Politik

Jokowi Seharusnya Beri Solusi, Bukan Konsep

Redaktur: Novita Amelilawaty
Jokowi Seharusnya Beri Solusi, Bukan Konsep - Politik

Ketua Umum PPP Versi Muktamar Jakarta Humphrey Djemat. Foto: Dilianto/ INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Ketua Umum PPP Muktamar Jakarta, Humphrey Djemat menyayangkan penampilan Joko Widodo dalam debat perdana calon presiden dan wakil presiden yang tidak mampu menunjukkan dirinya sebagai sebagai seorang petahana.

Menurutnya, Jokowi seharusnya bisa
bisa memberikan berbagai solusi dalam pernyataan di debat tersebut.

"Namun sayang di dalam debat bertemakan hukum, HAM, korupsi dan terorisme itu lebih berbicara konsep. Layaknya seorang calon presiden dan bukan petahana," kata Humphrey dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (18/1/2019).

Sebagai seorang presiden yang sudah memimpin selama empat tahun lebih, seharusnya Jokowi cukup kaya dengan pengalaman mengatasi berbagai persoalan terkait sejumlah tema yang dihadirkan dalam debat pertama itu.

"Tapi jawaban-jawabannya malah seperti orang yang mau mulai jadi presiden. Kalau pada 2014 pakai cara itu orang bisa memaklumi," ujar Humphrey.

Sebagai petahana, Jokowi harusnya bisa memberikan bukti nyata tentang apa yang sudah dilakukannya dalam keadilan penegakam hukum, korupsi, HAM maupun penanganan terorisme.

"Namun kita lihat. Justru ketika Pak Sandi menyampaikan contoh soal nelayan, justru Pak Jokowi bilang menuduh. Ini bukti beliau tidak melihat kondisi masyarakat sebenarnya. Padahal benar, di kalangan bawah tidak sedikit kita jumpai persekusi, kriminalisasi atau pelanggaran HAM," tukas Humphrey yang ikut hadir dalam acara debat tersebut di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019) malam.

Kemudian Ia juga menyoroti jawaban-jawaban Jokowi saat menanggapi pertanyaan Prabowo-Sandi yang sering lari dari masalah dan justru menyerang balik secara subjektif lawan debatnya.

Misalnya saat disinggung soal impor pangan yang menggila di masa kepemimpinannya. "Padahal, janji Jokowi pada saat kampanye dan debat pada pilpres 2014 adalah untuk menekan impor," tuturnya.

Kemudian, terkait ketidakadilan dalam penegakan hukum yang dilontarkan Prabowo yang dicontohkan dengan dukungan sejumlah pimpinan daerah yang aman ketika mendukung Jokowi-Amin, sedangkan seorang kepala desa di Jatim dipenjara gara-gara mendukung Prabowo-Sandi.

"Jokowi justru menyebut pertanyaan Prabowo itu sebagai "tuduhan". Dan berita ketidakadilan tersebut bukan lagi rahasia umum," pungkasnya.

Kedatangan Humphrey dan pengurus PPP Muktamar Jakarta ke acara debat adalah untuk membuktikan konsistensi dukungan kepada paslon Prabowo-Sandi.

Sementara itu, PPP kubu Romahurmuzi (Romi) seperti diketahui telah menyatakan mendukung pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Erick Thohir dalam jumpa persnya usai debat justru meyakini bahwa pasangan nomor urut 01 ini lah yang menjadi pemenangnya.

"Saya bangga ternyata Pak Jokowi menunjukkan optimisme, dan selalu memberikan solusi yang baik untuk rakyat kita," ucapnya.

Ia pun menilai penampilan Ma'ruf Amin semakin jelas menunjukkan kapasistasnya sebagai seorang kiai atau ulama. "Pak Kiai juga menunjukkan sebagai imam yang baik yang juga mampu memberi solusi dalam menjawab isu terkait terorisme, adanya keterlibatan umat Islam yang mengecam hal itu," tegasnya.(dil)

 

Berita Terkait

Politik / Siapa Pro Rakyat, Jokowi atau Prabowo?

Indotainment / Hana Nabilla Rizka: Kalau Saya Jadi Presiden

Nasional / KPU Prioritaskan Pencoblosan TKI

Politik / Ini Visi Misi Prabowo dan Jokowi di Debat ke-2


Baca Juga !.