Headline

24 Hari Sudah dan Kami Terus Berharap

Redaktur: Juni Armanto
24 Hari Sudah dan Kami Terus Berharap - Headline

AKRAB - Suasana kerja para awak di Kapal MT Namse Bangdzhod. Hingga kini belum ada kabar terhadap nasib para awak tersebut sejak dilaporkan hilang pada 27 Desember 2018. Foto-Foto : ISTIMEWA

INDOPOS.CO.ID -  Hari ini, (19/1/2019), tepat 24 hari misteri Kapal Mother Tanker (MT) Namse Bangdzhod belum terungkap. Kondisi itu membuat keluarga para awak kapal merasa kebingungan dibalut kecemasan. Nah kemarin (18/1/2019), Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Dirjen Hubla Kemenhub) menggelar pertemuan dengan pihak terkait untuk mencari kapal yang hilang kontak sejak 27 Desember 2018.

Yulia Suciyani, kakak Satria Idam Sulistio meminta agar pihak-pihak berwenang terus melakukan pencarian terhadap Kapal Namse Bangdzhod. Dia mengaku berkomunikasi dengan sang adik yang berposisi sebagai Masinis II di kapal tersebut pada 10 Desember 2018. ”Dia (Satria Idam Sulistio, Red) ngomong katanya mau berangkat dari Sampit ke Jakarta pada 27 Desember,” katanya kepada INDOPOS, kemarin malam. 

Pria yang akrab disapa Idam oleh keluarga, terakhir kali berkomunikasi via chat WhatsApp (WA) dengan sang istri, Irma Oktaria pada 27 Desember 2018 pukul 22.33 WIB.

Saat dihubungi INDOPOS, Irma Oktaria merincikan percakapannya dengan sang suami. ”Saya mau jalan nih mah. Dari (informasi, Red) BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) gelombangnya dua meter,” tulis Idam. ”Bismillah ya,” balas Irma.

Idam dan sang istri sudah berencana untuk melalui malam pergantian tahun secara bersama-sama. Sayang, rencana itu gagal. Kapal MT Namse Bangdzhod tak kunjung tiba di Pelabuhan Tanjung Priok. ”Memang ada rencana tahun baru bareng di Jakarta,” tutur Irma. 

Sudah 10 tahun Idam berlayar sejak lulus Sekolah Menengah Atas (SMA). Kini pria berumur 28 tahun itu hilang tanpa kabar bersama 11 awak kapal lainnya. Saat ini, Irma hanya mendapat kabar terbaru dari pihak kantor sang suami bekerja. ”Kami disuruh menunggu, tanpa ada kejelasan,” ucapnya dalam nada lirih.

Sementara itu, Andi Nangko, kakak Kapten Kapal MT Namse Bangdzhod, Muhammad Asdar Wijaya menerangkan, sejak dilaporkan hilang, dia tidak ada komunikasi dengan para awak kapal. Tak hanya adik, ternyata juga ada keponakan dan anak angkat yang menjadi awak kapal. ”Andi Asrun Suriansyah juga keponakan saya, sedangkan Wardani sudah lama tinggal di Jakarta sama saya,” ucapnya kepada INDOPOS, Jumat (18/1/2019).

”Sehingga saya sangat akrab dengan semua awak kapal di sana. Semua awak kapal juga sangat akrab satu dengan yang lainnya,” sambung Andi Nangko.

Dia mengaku terakhir kali berkomunikasi dengan kapten kapal pada 27 Desember 2018 sekitar sore hari. Sehari setelahnya Andi Nangko mencoba menghubungi kembali. Tapi sambungan telepon sudah tidak aktif. Berkali-kali dia mencoba menghubungi ketiga koleganya itu. Tapi hasilnya nihil.

Namun, Andi enggan berspekulasi penyebab hilangnya Kapal MT Namse Bangdzhod. Pun untuk melakukan langkah hukum. Dia hanya bisa berharap seluruh awak kapal dalam keadaan sehat, sekaligus menunggu kabar dari para awak untuk segera menghubungi kepada keluarga yang saat ini dalam keadaan cemas. ”Sementara ini, kami belum ada kompromi dengan keluarga. Masih menunggu dan terus berharap agar segera ditemukan,” pungkasnya.

Perlu diketahui ke-12 awak Kapal MT Namse antara lain Muhammad Asdar Wijaya sebagai nahkoda, Yanuardin Mendrofa dan Husni Mubarak (Mualim), Andi Tasyriq (Kepala Kamar Mesin), Satria Idam Sulistio, Bambang Mulyono (Masinis), Agustinus Piter, Asrun Suriansa, Dahar (Juru Mudi), Wardani, Ardiyanto dan Dwi Wahyu Sabtono (Juru Minyak).

Sementara itu, Ditjen Hubla, Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Kelas I Tanjung Priok Kemenhub memastikan akan terus mencari Kapal MT Namse Bangdzhod sampai ketemu. Untuk memuluskan pencarian kapal yang memuat 1.754.382 kg minyak kelapa sawit mentah atau CPO tersebut, Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), Jumat (18/1/2019) menggelar rapat bersama dengan para stakeholder. Seperti dari Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Syahbandar Tanjung Priok, Polisi Air dan Udara (Polair) Baharkam dan juga Badan SAR Nasional (Basarnas). Rapat gabungan itu untuk menindaklanjuti pencarian kapal tersebut. "Kita tetap patroli rutin, sambil tetap mencari kapal tersebut," ujar Kepala Seksi Operasi Pangkalan KPLP Tanjung Priok Capt Pujo Kurnianto, Jumat (18/1/2019).

SERIUS - Kepala Seksi Operasi Pangkalan KPLP Tanjung Priok, Capt Pujo Kurnianto memimpin rapat gabungan membahas tindak lanjut pencarian Kapal MT Namse Bangdzhod di Jakarta, Jumat (18/1/2019). Foto : Iwan Tri Wahyudi/INDOPOS

Menurutnya, dalam melakukan pencarian kapal tersebut diperlukan sinergi, termasuk dengan pihak keagenan dan pemilik kapal. "Kami sudah melakukan pencarian. Kapal kita kerahkan mencari dari Selat Sunda, Cirebon  sampai Semarang belum ditemukan," beber Pujo.

Pihaknya, lanjut dia, sudah bertanya ke Direktorat Navigasi, Perhubungan Laut. ”Kuat dugaan Automatic identification system (AIS) tidak dihidupkan, sehingga nama kapal tidak terdeteksi dari navigasi," jelasnya.

Selain itu, kata Pujo, pihaknya juga mencari berdasarkan informasi marinetraffic yang menyebutkan bahwa kapal terdeteksi di Teluk Jakarta. "Saat kita mengecek ke lokasi, ternyata tidak ada. Sudah beberapa kali, tapi tidak ada," jelasnya.

Dalam rapat gabungan tersebut disimpulkan sejumlah dugaan kapal itu hilang seperti dirompak hingga kapal tersebut dicuri. Pihak keagenan kapal juga diminta untuk terus menghubungi awak kapal tersebut melalui telepon seluler. Namun dalam rapat gabungan tersebut, petugas mendapat informasi lokasi keberadaan salah satu anak buah kapal (ABK). Untuk memastikan hal itu, petugas akan melakukan pengecekan.

Seperti yang pernah diberitakan , kapal MT Namse Bangdzhod dilaporkan hilang kontak sejak 27 Desember 2018 lalu. Tim gabungan, termasuk dari Ditjen Hubla Kemenhub

telah mengerahkan kapal patroli KPLP untuk mencari kapal Namse. Kapal yang bertolak dari Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah itu dilaporkan hilang kontak saat pelayarannya menuju Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara.

KPLP telah mengerahkan kapal patroli KPLP, yaitu kapal KNP 348 menyisir dari Tanjung Kerawang Bekasi sampai dengan Marunda, Jakarta hingga ke Buoy Timur area labuh jangkar pelabuhan Tanjung Priok.

Selain itu, kapal patroli KPLP KNP Alugara P.114 juga telah menyisir dari mulai Selat Bangka hingga Pulau Seribu sampai dengan Ekanuri pelabuhan Tanjung Priok. Namun juga belum mendapatkan hasil. Petugas patroli PLP Tanjung Priok sudah meminta bantuan Disnav Tanjung Priok dan Semarang untuk ikut memantau gerak kapal dimaksud melalui Vessel Traffic Services (VTS) dan SROP sepanjang pantai utara pulau Jawa dan sampai saat ini belum ada laporan keberadaan kapal tersebut.

Adapun RIB SAR juga menyisir dari Muara Angke sampai area labuh jangkar Buoy Barat dan belum diketemukan keberadaan kapal dimaksud. Kapal MT Namse Bangdzhod dengan GT 1128 merupakan kapal berbendera Indonesia yang dioperasikan PT Surabaya Shipping Lines.

Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) I Laksamana Muda TNI Yudo Margono juga menegaskan, operasi pencarian tidak ada batasan waktu sampai kapal tersebut ditemukan. ”Meski pihak agensi ke depan ada yang minta menghentikan pencarian, tapi kami yang menjamin pelayaran pengguna laut akan tetap melakukan patroli, baik khusus mencari atau patroli rutin,” ujarnya kepada INDOPOS di Jakarta.

Koarmada I yang bertanggung jawab atas perairan kawasan Indonesia Bagian Barat juga terus melakukan koordinasi dengan pihak Koarmada II yang membawahi kawasan Indonesia Bagian Tengah dalam pencarian kapal tersebut.  Dalam kasus hilangnya kapal MT Namse, lanjut Yudo, pihaknya melihat ini lebih masalah di internal. Pasalnya, AIS kapal sempat nyala di Teluk Jakarta. Namun saat dicek, kebenarannya tidak ada. ”Bisa saja dimanipulasi agar tidak mudah terdeteksi, bisa juga kapal dan nomor lambung diubah agar mengelabui petugas. Karena Ais (sistem pelacakan otomatis, Red) mati, GPS (Global Positioning System) juga mati,” ujarnya.(rio/dai)

 

Berita Terkait

Headline / MMSI Kapal Ditemukan, Setelah Dicek Nihil


Baca Juga !.