Bola Dunia

Tiru Kebiasaan Buruk Mou, Sarri Salahkan Pemain

Redaktur: Maximus thomas woda Wangge
Tiru Kebiasaan Buruk Mou, Sarri Salahkan Pemain - Bola Dunia

Pelatih Chelsea Maurizio Sarri

INDOPOS.CO.ID – Pelatih Chelsea Maurizio Sarri mulai tertunduk lesu. Langkahnya terlihat gontai tatkala memasuki kamar ganti pemain. Sejumlah pertanyaan wartawan tak digubris. Sarri hanya memilih diam. Tak ada antusiasme sama sekali di wajah pria paro baya itu. Ia sadar. Margin poin yang memisahkan Chelsea dengan Arsenal di klasemen sementara kini sudah tidak lagi enam angka, melainkan tinggal tiga angka (47-44).

Kalau hasil buruk terus-terusan seperti sekarang, bukan tidak mungkin dua lawan tangguh menyalipnya. Keduanya adalah Arsenal dan Manchester United. Padahal, lawan yang terakhir, beberapa waktu lalu, sudah dianggap sebelah mata. Tetapi siapa sangka, Manchester United kini kembali beredar di orbit elit pelataran Liga Utama Inggris. Lengah sedikit saja akan membuat Chelsea terlempar dari zona Liga Champions.

Ya Minggu dini hari (20/1/2019) di Stadion Emirates, Arsenal menang 2-0 atas Chelsea. Dua gol yang diciptakan dua pemain asal Prancis Alexandre Lacazette pada menit ke-14 dan Laurent Koscielny (39’).  Tidak Cuma menambah tiga The Gunners, namun kemenangan itu merukan revans atas hasil 2-3 di Stamford Bridge pada matchweek dua (18/8) lalu.

Usai dari ruangan ganti, membuat Sari sedikit lebih hidup. Tetapi tetap saja mantan pelatih Napoli ini sewot kepada media massa yang mewawancaraimya. Bahkan, mungkin karena belum terlalu fasih bahasa Inggris, Sari malah ngomel-ngomel dalam bahasa ibunya, Castaliano atau bahasa Italia. Artinya, kita-kira seperti ini. Sari mengemukakan, Cesar Azpilicueta susah diajak maju. 

“Kekalahan yang kami dapatkan ini lebih banyak disebabkan karena persoalan mentalitas. Faktor lain juga ada, tetapi porsinya kalah besar. Saya tidak terima. Persoalan serupa terjadi ketika kami melawan Tottenham (24/11) di level liga,” ucap Sarri yang kemudian dilansir Daily Mail.

Bekas pelatih Empoli tersebut mengemukakan, para pemain Chelsea kurang agresif. Mereka juga kurang ngotot merebut bola dari para pemain Arsenal.  “Ini persoalan mendasar yang ada di pemain saya. Saya tahu, masalah ini sangat susah diubah. Kalaupun bisa, semua butuh waktu. Perubahan itu baru cepat terjadi kalau ada pemain baru yang masuk,” ucap Sarri.

Sari boleh jadi benar. Pernyataan tersebut, setidaknya, menyiratkan pesan bahwa ada sejumlah pemain tampaknya harus angkat kaki dari Stamford Bridge. Sari pantas saja ngomel. Lihat saja statistika pemain Chelsea.  intersep, tekel, dan clearances Chelsea kalah jauh dari Arsenal. Tekel, misalnya.  Arsenal membuat 46 tekel, 33 di antaranya berhasil. Chelsea sempat melakukan 21 kali tekel dan hanya 13 yang sukses. intersep juga begitu. Arsenal bisa melakukan 19 kali, Chelsea hanya 13 kali. Clearances, bahkan seperti bumi dan langit. Chelsea hanya sembilan kali, Arsenal 40 kali.

Kepada ESPN, bek Chelsea David Luiz di mixed zone mengemukakan, pemain The Blues minim improvisasi. Celakanya, kekurangan itu praktis merata di semua lini. Artinya, semua pemain Chelsea miskin kreativitas.  “Membangun serangan biasanya diinisiasi Kepa Arrizabalaga,  namun kali ini strategi itu itu berjalan tidak maksimal. Pemain Chelsea sepertinya kesulitan bergerak. Bagaimana bisa ka,I menciptakan gol kalau keadaannya seperti itu,” sebut Luiz.

Yang menarik, pengamat Mark Ogden dari ESPN menilai, omelan Sarri kepada para pemainnya terasa kontraproduktif. Ia bahkan tidak sungkan-sungkan menyebutnya aib.  Sarri seperti meniru kebiasaan buruk Jose Mourinho pada musim ketiganya di Manchester United (2018-2019). Semuanya semua sudah tahu, sangat buruk. Dampaknya,  pemain praktis tidak menaruh respek, hilang semangat bermain. Ujung-ujungnya, Mourinho ditendang United meski masih menyiskan kontrak tiga tahun ke depan.

Ogden mengatakan, kejengkelan Sarri menunjukkan kalau pelatih 60 tahun itu sedang frustrasi. Filosofi Sarri-ball, memenangkan bola dan melakukan passing cepat untuk mendikte lawan, praktis hilang tak berbekas.  “Seharusnya Sarri menyadari kalau kekeraskepalaannya membutuhkan solusi terhadap persoalan akut yang terjadi di tim. Dia bukannya malah menyerang pemain,’ papar Ogden.

Maksud Odgen tampaknya lumayan jelas. Untuk apa Sarri bersikap kkeras kepala Sarri dengan memaksakan skema bermain 4-3-3 melawan semua tim. Ia juga memaksa Eden Hazard tetap bertindak sebagai false nine padahal lawannya  sudah tahu betul.

Di jantung permainan Chelsea, Sarri juga kelewat memaksakan Jorginho tampil sebagai metronom tim. Pemain timnas Italia itu pada laga kemarin memang jadi pemain terbanyak yang melakukan umpan, 81 kali dengan 69 di antaranya sukses.

Rio Ferdinand dari BT Sport mengemukakan, Jorginho sama sekali tak berguna saat membantu pertahanan. Ia juga pratis kelabakan tatkala harus mengonstruksi alur serangan Chelsea.   “Jorginho memang peman yang sangat bagus saat mengalirkan bola dan menjaga alur serangan. Akan tetapi semuanya sia-sia. ‘’Coba hitung berapa banyak assist yang dihasilkan Jorginhoi?” sindir Rio Ferdinand. (koc/ant)

Baca Juga


Berita Terkait

Bola Dunia / Tinggalkan Chelsea, Sarri Latih Juventus

Bola Dunia / Maurizio Sarri Mudik ke Turin

Bola Dunia / Maurizio Sarri Mudik ke Turin

Bola Dunia / Biar ke Madrid, Pogba Mogok Latihan

Headline / Chelsea Kampiun Liga Europa

Bola Dunia / Ini Perkiraan Susunan Pemain Chelsea vs Arsenal


Baca Juga !.