Jakarta Raya

Tak Tertib, meski Ada Skybridge

Redaktur: Muhammad Izzul Mutho
Tak Tertib, meski Ada Skybridge - Jakarta Raya

BANDEL - Sejumlah pedagang Tanah Abang, Jakarta Pusat, membereskan dagangannya saat petugas Satpol PP Jakarta Pusat datang, Minggu (20/1/2019) siang. Foto: Joesvicar Iqbal/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID – Penertiban yang dilakukan oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, tak membuat kapok.

Bahkan, setelah bentrokan antara sejumlah pedagang dengan Satpol PP di Pasar Tanah Abang, Kamis (17/1/2019), sejumlah pedagang terkesan santai. Tampak di antaranya berdagang di trotoar di bawah skybridge yang menghubungkan Stasiun Tanah Abang, Minggu (20/1/2019) siang.

Tak lama kemudian, antara satu pedagang dengan lainnya saling memberitahukan informasi jika Satpol PP datang untuk menertibkan.

"Puluhan Satpol PP yang turun untuk menghalau dari Kantor Wali Kota Jakarta Pusat dan Kecamatan Tanah Abang. Ada 50 personel Satpol PP," ujar Nur Khamid, mendampingi Joko Suranto, Komandan Danru Regu 2 Pemkot Jakarta Pusat, Minggu (20/1/2019) siang.

Nur mengaku, pihaknya setiap pekan melakukan penertiban secara rutin. Meski demikian, bisa dilihat sendiri masih ada yang berdagang di atas trotoar. "Ini rutin kita lakukan penertiban," kata petugas berseragam cokelat itu.

Terpisah, Jhonny, 33, pedagang, beralasan, dia berdagang di trotoar, karena harga kios yang di atas skybridge tidak menentu. "Kiosnya kan di skybridge kecil, sempit juga. Informasinya ada pedagang yang ambil dua kios. Ya itu kan lantaran sempit dan lagi belum kelihatan kan dagang di atas laku atau tidak karena kan baru ya," ujar dia.

Di Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat, mulai belokan hingga ke arah Jalan KS Tubun depan Gedung PLN, banyak yang berdagang di atas trotoar. Mereka tampak santai.

Ditambah mikrolet dan ojek online ngetem menunggu penumpang yang mengarah ke traffic light, kemacetan tak terelakkan. Hanya ketika Satpol PP datang, para pedagang segera berkemas.

Sementara itu, buntut dari bentrokan antara sejumlah pedagang dan Satpol PP, beberapa hari lalu, Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Lukman Cahyono mengatakan, polisi telah menetapkan dua orang tersangka, EW, 28, dan SE, 54.

Penetapan tersangka tersebut, setelah polisi mengamankan dan memeriksa secara intensif tiga orang yang diduga menjadi provokator aksi bentrokan tersebut.

"Dua dari tiga orang yang diperiksa sudah tersangka. Keduanya berprofesi sebagai wiraswasta (pedagang)," ujarnya."(Peran dua tersangka) melawan petugas dan memprovokasi PKL," imbuh kapolsek.

Keduanya dijerat Pasal 212 KUHP tentang perbuatan melawan hukum dengan ancaman hukuman 1 tahun 4 bulan.

Saat ini, polisi masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut kepada satu orang tersisa untuk mengetahui adanya kemungkinan penambahan tersangka.

Sebelumnya diberitakan, terjadi bentrokan antara PKL dan petugas Satpol PP di Tanah Abang, Kamis (17/1/2019) sekira pukul 10.00 WIB.

Bentrokan terjadi kabarnya karena PKL yang biasa berjualan di bawah jembatan penyeberangan multiguna (JPM) atau skybridge Tanah Abang menolak ditertibkan. (ibl)

 

Baca Juga


Berita Terkait

Megapolitan / Puluhan Tempat Hiburan Ilegal Dibongkar

Megapolitan / Siap Beresin Reklame Bermasalah, Janji Bos Baru Satpol PP

Megapolitan / Pemkot Jakarta Timur Bongkar Bangunan Bermasalah

Jakarta Raya / PKL Blok G Tanah Abang dan Satpol PP Bentrok

Jakarta Raya / Memberi Rasa Aman di Perayaan Natal dan Tahun Baru


Baca Juga !.