Nasional

Tidak Ada Lagi Orang Miskin di Indonesia pada 2030

Redaktur: Novita Amelilawaty
Tidak Ada Lagi Orang Miskin di Indonesia pada 2030 - Nasional

PIDATO-Menteri Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) Bambang Brodjonegoro pada acara peluncuran university & SDGs centwr Network Forum, di salah satu hotel dibilangan Jakarta, Senin (21/1/2019). Foto: Zulhaidah Bahar/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Pentingnya peranan Universitas untuk membantu pemerintah menyosialisasikan target SDGs (Sustainable Develompent Goals) disampaikan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang PS Brodjonegoro di Jakarta, Senin (21/1/2019).

"Kami melihat SDG center itu sangat strategis baik di universitas maupun kita di dalam mencapai goal di 2030. Misalkan kita ingin kemiskinannya nol di tahun 2030, atau mendekati nol, ya mungkin 2024 kita masih targetkan kemiskinan 5 persen. Trennya menurun jadi nanti ujungnya mendekati target," ujar Bambang.

Target SDG menjadi tujuan bersama dari negara-negara yang tergabung dalam PBB (Persatuan Bangsa-Bangsa), termasuk Indonesia, dan memerlukan keterlibatan pihak luar pemerintah agar pencapaiannya bisa optimal.

Di Indonesia, pelaksanaan target SDG berada di bawah kewenangan BAPPENAS. SDG tertuang dalam setiap program pemerintah yang ada di RPJMN (Rancangan Program Jangka Menengah Nasional).

"Hal ini dikarenakan, target SDG tidak bisa dicapai sekaligus, melainkan harus berkesinambungan," ujarnya. 

SDG memiliki 17 goals atau target, di antaranya tanpa kemiskinan, tanpa kelaparan, kesehatan yang baik dan kesejahteraan. Pendidikan berkualitas, kesetaraan gender, air bersih dan sanitasi. Lalu Energi bersih dan terjangkau, pertumbuhan ekonomi dan pekerjaan yang layak, industri, inovasi, dan infrastruktur. Mengurangi kesenjangan, keberlanjutan kota dan komunitas, konsumsi dan produksi bertanggungjawab. Aksi terhadap iklim, kehidupan bawah laut. Kehidupan di darat, institusi peradilan yang kuat dan kedamaian, serta kemitraan untuk mencapai tujuan.

Bambang juga menyampaikan kalau pihaknya secara berkala selalu memberikan laporan terkait progres SDG, melalui Voluntary National Report (VNR) di forum PBB. Hal ini penting untuk menunjukkan bahwa Indonesia tak hanya fokus untuk mensejahterakan rakyatnya, tapi juga mendukung pemeliharaan lingkungan hidup.

Pada 2017 disampaikan prasyarat soal landasan hukum, action plan, roadmap dan lain-lain. Sedangkan, 2019 pihaknya melaporkan progress di lapangan terkait 17 goal tersebut. Dan ingin melaporkan partisipasti pihak-pihak di luar pemerintah itu menjadi highlight VNR 2019. 

"Roadmap tahun ini selesai. Ini sejalan dengan RPJMN kita. SDG dengan sendirinya sudah menjadi arus utama dalam penyusunan RPJMN. Jadi, target dalam SDG itu target di 2030. Roadmap ini penting untuk kita melihat progres setiap RPJMN yang lima tahun itu," tandasnya. (zbs)

 

Berita Terkait


Baca Juga !.