Nasional

Mahasiswa Sasaran Kartel Ribuan Pil Ekstasi

Redaktur:
Mahasiswa Sasaran Kartel Ribuan Pil Ekstasi - Nasional

DIMUSNAHKAN - Petugas BPOM Riau disaksikan Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto (kanan) memeriksa barang bukti sitaan narkotika di halaman Mapolda Riau, Pekanbaru, Rabu (16/1/2019). Foto : Rony Muharrman/ANTARA

INDOPOS.CO.ID - Dunia pendidikan lagi-lagi tercoreng. Peredarannya ribuan pil ekstasi melibatkan kalangan pelajar (mahasiswa). Kali ini, Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Kota Pekanbaru menyita 8.617 butir pil ekstasi dari tangan seorang mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Ibu Kota Provinsi Riau.

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru, Kompol Dedy Herman mengungkapkan, seluruh ekstasi yang tersimpan dalam enam paket besar disita dari tersangka berinisial MJ alias Jabar (27) di komplek Perumahan Unri, Kecamatan Tampan, akhir pekan lalu.

"Tersangka kita duga (terlibat) jaringan luar provinsi. Namun masih perlu mendalami lagi termasuk dari mana asal 8.617 ekstasi ini," katanya, Senin (21/1/2019).

Penangkapan itu, kata Dedy, merupakan hasil pengembangan dari pengungkapan yang dilakukan jajarannya di sebuah indekos Kecamatan Lima Puluh, Pekanbaru, beberapa waktu lalu. Saat itu, polisi menangkap empat pengguna narkotika dengan barang bukti beberapa butir ekstasi.

Selanjutnya, polisi melakukan pengembangan hingga akhirnya mendapat informasi Jabar sebagai agen ekstasi yang aktif mengedarkan pil haram tersebut. Dengan bantuan informan terpercaya, polisi berhasil melacak jejak Jabar mengedarkan ekstasi.

"Kita kemudian menyamar dan memancing tersangka untuk membeli ekstasi. Tersangka terpancing dan kita tangkap," ujarnya.

Upaya penyamaran polisi awalnya dilakukan di sebuah warung waralaba. Kemudian berlanjut dengan penggeledahan rumah tersangka di komplek perumahan yang mayoritas dihuni tenaga pendidik dan mahasiswa tersebut.

Hasilnya pun cukup mengejutkan, polisi menyita enam paket besar berisi ekstasi yang setelah dihitung di Kantor Pegadaian berjumlah 8.617 butir. Saat ini, tersangka dan barang bukti diamankan di Mapolresta Pekanbaru guna pengusutan dan penyelidikan lebih lanjut.

Peredaran ekstasi dengan melibatkan mahasiswa berulang kali terjadi di Kota Pekanbaru dan sejumlah wilayah di Riau. Peran mahasiswa tidak hanya mengedarkan, tapi juga terlibat dalam peran kurir. Sebelumnya, pada September 2018 lalu, Polresta Pekanbaru menangkap AS (21), seorang mahasiswa aktif yang terlibat peredaran 4,5 kilogram sabu-sabu dan 3 ribu butir ekstasi.

Pada Juli, tahun yang sama, AP (26) seorang mahasiswa juga ditangkap berikut barang bukti 3,2 kilogram sabu-sabu senilai Rp3,6 miliar serta 3.200 ekstasi. AP yang merupakan kurir barang terlarang itu mengaku, tergoda penghasilan besar menjadi pengedar narkoba, meski akhirnya berurusan dengan polisi.

Dua mahasiswa lainnya, D (23) dan AK (25) juga harus berurusan dengan Polresta Pekanbaru karena terlibat narkoba dengan barang bukti 1,9 kilogram sabu-sabu dan 500 ekstasi. Bahkan, saat itu polisi menyebut tersangka aktif jual beli narkoba hingga ke Provinsi Sumatera Selatan.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto menyebutkan, jaringan kartel narkotika ini sengaja memanfaatkan mahasiswa sebagai kurir hingga bandar. Dari awalnya sebagai pengguna, para jaringan narkoba yang terkenal rapi serta sistem terputus itu kemudian menjadikan mahasiswa sebagai agen, dengan iming-iming narkoba gratis hingga pendapatan besar. Untuk itu, polisi meminta agar peran orang tua serta keluarga dapat lebih ditingkatkan serta kepada mahasiswa dapat bijaksana dalam menjalin pertemanan.

"Tentu tidak semua. Mereka hanya oknum. Mereka ini awalnya target pasar (jaringan narkoba)," katanya. (ant)

 

Baca Juga


Berita Terkait

Headline / Mahalnya Harga Tiket Pesawat, Biang Keroknya PPN dan Kartel

Kesra / Inilah Manfaat NIK pada Data Kemahasiswaan

Politik / Mahasiswa Bahas Kondisi Bangsa

Megapolitan / Tiga Mahasiswa Indonesia Curi Perhatian dunia

Politik / Potret Pemahaman Mahasiswa Terhadap Pemilu Serentak 2019


Baca Juga !.