Suka Sains, Yuk Masuk Prodi Ini

INDOPOS.CO.ID – Program studi gizi dan program studi teknologi pangan kini telah dibuka Universitas Al Azhar Indonesia UAI. Program studi yang berkaitan dengan gizi dan pangan di Jakarta masih sangat minim.

Karena itu prodi tersebut masih dibutuhkan guna memenuhi kebutuhan masyarakat. Memulai menerima mahasiswa baru dan perkuliahan di bulan September 2019.

Rektor Universitas Al Azhar Indonesia Asep Saefudin mengatakan, prodi baru ini diharapkan menghasilkan tenaga gizi profesional, berlandaskan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Untuk teknologi pangan adalah aplikasi dari ilmu pangan untuk sortasi, pengawetan, pemrosesan, pengemasan, distribusi, hingga penggunaan bahan pangan yang aman dan bernutrisi.

“Di Jakarta dari sekitar 330 perguruan tinggi hanya 13 universitas yang membuka prodi gizi dan pangan. Padahal kebutuhannya sangat tinggi, misalnya setiap rumah sakit yang harus memiliki ahli gizi. Coba hitung ada berapa rumah sakit di Jakarta?” ujarnya di Jakarta, Senin (21/1/2019).

Prodi yang ditawarkan oleh UAI menekankan pada kehalalan produk pangan yang dihasilkan. Beberapa mata kuliah penting di jurusan ini antara lain kimia dan biokimia pangan.

“Sebagai kampus islami, kami ingin memberikan kesadaran pangan halal kepada masyarakat, khususnya mahasiswa-mahasiswi kami tentang pentingnya pangan halal,” kata Asep Saefudin.

Menurutnya proses halal bukan hanya cara pemotogan tapi juga ada tata caranya. “Dalam perkuliahan ada mata kuliah tentang prinsip halal dan ada juga yang disisipkan di mata kuliah lainnya,” tuturnya.

Sementara Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UAI, Hidayat Yorianta Sasaerila mengatakan, di tahun pertama penerimaan mahasiswa nanti, pihaknya menargerkan 40 orang di masing-masing prodi.

“Sebagai prodi memang banyak tantangannya, tapi kami yakin diterima masyarakat. Apalagi kebutuhan ahli gizi dan pangan itu memang terus meningkat. Kami juga mendorong anak didik untuk berwirausaha,” imbuh Hidayat.

Berdasarkan izin pendirian program studi yang tertuang pada surat keputusan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi No 1000/KPT/I/2018 untuk Program Studi Gizi dan 986/KPT/I/2018 untuk Program Studi Teknologi Pangan. Maka prodi ini akan memulai menerima mahasiswa baru dan perkuliahan di September 2019 mendatang.

Adapun mata kuliah lain yang dipelajari yakni rekayasa proses pangan, mikrobiologi dan keamanan pangan, pangan dan gizi, manajemen industri pangan, pengemasan pangan, pengeringan dan pendinginan, teknologi teh, kopi dan coklat.

Selain itu, teknologi Minyak Atsiri, Rempah dan Obat,Teknologi Fermentasi,Boiteknologi Pangan,Mikrobiologi Pangan dan Enzimonologi, manajemen Pangan aman dan halal. Prodi ini menjadi referensi bagi mereka yang punya hasrat (passion) kuat di bidang makanan, kesehatan, sains, dan biologi. (dan)

Komentar telah ditutup.