Raket

Ayo Jorji, Tancap Gasss

Redaktur: Maximus thomas woda Wangge
Ayo Jorji, Tancap Gasss - Raket

Gregoria Mariska Tunjung. Foto : WWW.BADMINTONINDONESIA.ORG

INDOPOS.CO.ID - Gregoria Mariska Tunjung harus bisa ke luar dari situasi psikologis yang mengitarinya. Jorji, panggilan karib Gregoria, memang memikiki memori buruk dengan  even Indonesia Masters. Debutnya pada 2018, misalnya, Jorji langsung tersandung pada pertandingan perdana. Ia menyerah dari pebulutangkis Malaysia Goh Jin Wei.

Situasinya memang sedikit berbeda. Sebab, ketika itu, Jorji baru saja naik kelas dari level junior ke level senior. Peringkatnya juga masih 37 besar. Ironisnya, ia justru kala dari Goh kala itu menempati peringkat 38 dunia. Setahun berlalu. Perkembangannya lumayan signifikan. Kini, Jorji menempati peringkat 15 dunia.  Secara psikologis pula, Jorji memiliki tanggung jawab. Kita berharap, Jorji bisa ke luar dari situasi psikologis itu.

Yang jadi soal, kali ini Jorji juga harus melewati rintangan lumayan berat. Dialah Aya Ohori, pebulutangkis Jepang. Sepanjang tahun lalu, penampilan Ohori sedikit lebih baik dibandingkan Jorji. Aya malah sempat melaju hingga ke perempat final All England (super 1000) dan semifinal Japan Open (super 750).

Namun, setelah Japan Open pada September, performa Ohori melorot. Mendekati akhir tahun, dia bahkan terjun bebas karena sudah terliminasi di babak-babak awal turnamen. Situasi sebeliknya justru terjadi pada Jorji. Setelah Asian Games 2018, Jorji malah melesat. Dia mencapai perempat final China Open (super 1000) dan empat besar Denmark Open (super 750). Setelah itu, Jorji terpaksa turun gelanggang karena teradang cedera.

Selain kondisi yang ''imbang'' dengan Aya Ohori, Jorji punya catatan kurang menyenangkan saat melawan wakil Jepang. Tahun lalu, misalnya, dari enam pertemuan dengan pemain asal negeri Sakura itu, dia kalah empat kali.  Oleh karena itu, Jorji harus ekstrawaspada hari ini.

Langkah Fitriani, di sisi lain, tidak kalah berat. Dia melawan Line Hojmark Kjaersfeldt asal Denmark. Dari segi ranking, Fitri memang kalah. Saat ini Fitri berada pada peringkat 31, sedangkan Kjaersfeldt sepuluh level lebih tinggi. Bekal juara di Thailand Masters (level Super 300) lalu menjadi sedikit tidak berarti. Sebab Indonesia Masters punya level lebih tinggi.  ''Persaingan memang ketat, karena banyak pemain top. Lawannya dari babak pertama sudah berat-berat,'' papar Fitri. ''Saya harus siap dan fokus,'' kata Fitriani.

Pada Thailand Masters, Fitriani menunjukkan kematangan mental yang bagus. Terutama ketika melawan para pemain yang peringkatnya ada di atas dia. Dan terbukti, dia bisa mengalahkan Nitchaon Jindapol, Busanan Onggamrungphan. Namun, jika harus menghadapi pemain 10 besar dunia, dia masih sangat kesulitan. Itu terbukti ketika dia terhenti pada babak kedua Malaysia Masters pekan lalu. Fitriani takluk pada pemain Tiongkok He Bingjiao yang menempati peringkat 7 dunia.

Pelatih tunggal putri pelatnas Minarti Timur mengakui jalan terjal yang dihadapi anak asuhnya. Terutama Jorji. Yang jika hari ini berhasil mengatasi Ohori, kemungkinan besar bertemu unggulan kedua Pusarla V. Sindhu.

''Di turnamen super 500, apapun bisa terjadi. Bisa bertemu siapa pun. Dan melawan siapa pun, memang harus siap,'' kata Minarti. ''Namun, bermain di depan publik sendiri, seharusnya bisa menjadi motivasi buat mereka,'' imbuhnya.(bam)

Berita Terkait


Baca Juga !.