Headline

Bebas, Ahok Segera jadi Pembawa Acara Talk Show atau Jalankan Bisnis Minyak

Redaktur: Juni Armanto
Bebas, Ahok Segera jadi Pembawa Acara Talk Show atau Jalankan Bisnis Minyak - Headline

Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok. Foto: Bay Ismoyo/AFP

INDOPOS.CO.ID - Bukan politik juga tidak menikah. Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok yang akan bebas dari Rumah Tahanan (Rutan) di Mako Brimob, Depok, Kamis (24/1/2019) akan memulai bisnis serta menjadi pembawa acara ‘talk show’ pada salah satu televisi swasta. 

Salah satu cara mantan Gubernur DKI Jakarta untuk ‘move on’ dari kasus pencemaran agama adalah mengganti sapaannya. Dalam wawancara kepada salah satu media, dia enggan untuk dipanggil Ahok. ”Panggil saya BTP, bukan Ahok,” katanya saat diwawancara medio 2018 lalu.

Kuasa hukum Ahok, Teguh Samudera membeberkan, bisnis yang akan dilakukan kliennya tersebut. Saat ini, pria kelahiran Belitung Timur, 29 Juni 1966 itu dikabarkan sedang mencari kantor di sekitar Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta.

Dia menyebutkan Ahok akan kembali menjalankan bisnis minyak seperti yang sudah direncanakan sejak lama. ”Setelah bebas nanti, Pak Ahok kemungkinan akan menekuni bisnis perdagangan minyak seperti yang waktu itu pernah didiskusikan,” kata Teguh, Selasa (22/1/2019).

”Kantornya tidak terlalu besar, tapi yang cukup untuk beraktivitas,” imbuhnya.

Untuk rencana menjadi pembawa acara ‘talk show’, Teguh mengaku salah satu stasiun televisi swasta telah menyodorkan kontrak kepada mantan suami Veronica Tan tersebut.

Terkait dengan kemungkinan kliennya masuk ke dunia politik, Teguh belum bisa memastikan. Tergantung situasi dan kondisi. ”Soal politik, jika sudah pada waktunya dan kembali diperlukan untuk kepentingan nasional, demi bangsa dan negara. Beliau (Ahok, Red) tentu akan taat dan tidak akan menolak untuk kembali ke kancah politik,” tuturnya.

Soal rencana pernikahan BTP, Teguh belum bersedia menjelaskan lebih lanjut. ”Nanti pada waktunya akan diinformasikan tentang rencana pernikahan Pak Ahok. Karena soal pendampingan saat bebas dan soal perkawinan itu menyangkut hak privasi. Maka kami tidak mau mendahului penjelasan dari beliau,” jelasnya.

Terpisah, Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H Laoly mengatakan, prosedur administrasi pembebasan BTP akan diselesaikan Lapas Cipinang. Namun, Yasonna belum bisa memastikan pada jam berapa Ahok akan dibebaskan dari Mako Brimob, Depok. ”Kan dibilang jam kerja, tunggu saja kalau mau lihat. Saya mau jangan dibesar-besarkan. Biasa saja orang keluar dari lapas kok dari menyelesaikan masa tahanannya, biasa ini,” kata Yasonna saat jumpa pers di gedung Kemenkum ham, Jakarta, kemarin.

Ahok divonis Pengadilan Negeri Jakarta Utara dua tahun pidana penjara dengan dakwaan Pasal 156 huruf a KUHP tentang penodaan agama.

Sebelumnya, Kepala Bagian Humas Ditjen Pemasyarakatan Kemenkum ham Ade Kusmanto merinci bahwa Ahok ditahan per 9 Mei 2017 dan telah mendapat remisi Natal 2017 selama 15 hari. Lalu remisi umum 17 Agustus 2018 selama dua bulan.  Pada 25 Desember 2018 diusulkan untuk mendapat remisi Natal 2018 selama satu bulan. ”Jadi, total remisi didapat tiga bulan 15 hari. Jika diperhitungkan sejak tanggal penahanan 9 Mei 2017 maka diperkirakan akan bebas pada Januari 2019,” jelas Ade.

Pertimbangan pemberian remisi Natal ini karena Ahok berkelakuan baik. Juga telah menjalani masa pidana lebih dari enam bulan. Selain itu, kata Ade, Ahok juga tidak sedang menjalani hukuman disiplin dalam enam bulan terakhir.

Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengaku tidak ada penanganan khusus dalam mengawal pembebasan Ahok.  Anggota DPR RI periode 2009-2011 itu dipastikan menghirup udara segar usai menjalani masa tahanan di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua Depok, Kamis (24/1/2019).

Menurut dia, pengamanan dari Korbrimob Polri dan jajaran Polsek Cimanggis cukup untuk mengamankan proses pembebasan Basuki atau Ahok. ”Antisipasi (keamanan) dari Brimob dan Polsek Cimanggis. Sudah cukup itu,” katanya.

Melalui akun Instagram @basukibtp, Ahok juga mengunggah surat yang ditujukan kepada para pendukungnya. Dalam isi surat tersebut, Ahok meminta agar para pendukungnya tidak menyambutnya di Mako Brimob saat dirinya dibebaskan nanti. Ia juga meminta maaf kepada berbagai pihak atas segala kesalahannya.(ant)

 

Berita Terkait

Megapolitan / Gara-Gara Banjir, Anies dan Ahok Berbalas Pantun

Nusantara / Setelah Bebas, Kondisi Kesehatan Ahok Terganggu

Megapolitan / Ahok Dapat Lampu Hijau Nikahi Puput

Megapolitan / Ahok Dapat Lampu Hijau Nikahi Puput


Baca Juga !.