Kesra

Kecanggihan Teknologi Ubah Fungsi Otak

Redaktur: Ahmad Nugraha
Kecanggihan Teknologi Ubah Fungsi Otak - Kesra

Berry Jualiandi, Ahli Neurosains sekaligus Ketua Ikatan Alumni Muda Indonesia

INDOPOS.CO.ID - Semakin banyak bahasan mengenai pengembangan dan kemampuan otak pada manusia. Muncullah sebuah disiplin ilmu yang mengkaji dan memahami kemampuan otak yaitu Neurosains. Neurosains merupakan bidang ilmu yang mengkhususkan pada studi saintifik dari sistem syaraf.

Disiplin ilmu ini merupakan pengetahuan yang penting dan sangat bermanfaat untuk semua bidang . Terutama yang berhubungan dengan manusia dan teknologi. Otak itu merupakan bagian yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Bagian yang terkecil dari otak disebut neuron (sel saraf), yang terdiri atas badan sel dan kabel-kabel yang disebut axon-neuron.

Ahli neurosains dari Institut Pertanian Bogor Berry Juliandi, mengatakan, kemajuan perkembangan teknologi informasi sangat berpengaruh dalam kehidupan masyarakat. Perubahan perilaku masyarakat ini akan semakin jelas terlihat pada zaman sekarang dibandingkan dengan zaman dahulu.

"Teknologi digital sangat membantu berbagai proses kehidupan yang tadinya manual. Menjadi otomatis. Maka yang cenderung terlihat adalah perubahan porsi kerja. Dari mengandalkan fisik tubuh dan otak untuk kalkulasi rumit, menjadi ke arah non-fisik tubuh dan otak analisis data," ujar Berry Juliandi kepada INDOPOS melalui sambungan telepon di Jakarta, Rabu (23/1/2019).

Dampaknya, porsi kerja mengandalkan otak untuk kalkulasi menjadi rumit. Ia mencontohkan zaman dulu kalau mau hitung neraca dagang harus hitung satu persatu dengan berbagai rumus manual di kertas. Saat ini membutuhkan kalkulasi rumit di otak karena otak dipaksa menghitung penambahan, pengurangan, perkalian dan seterusnya.

"Saat ini berkat teknologi digital, perhitungan rumit itu semua dilakukan di komputer dan bukan di otak. Otak kita dipakai untuk analisis dari data perhitungan neraca itu," jelasnya.

Penggunaan teknologi juga membantu aktivitas manusia lebih efisien. Namun, mengubah beberapa hal terutama dalam penggunaan sumberdaya otak.

Misalnya dari hard calculation dan remembering menjadi analytical. Hard calculation yaitu penambahan, pengurangan, perkalian dan sejenisnya. Sedangkan remembering yaitu menghapal. Dampaknya terjadi terhadap perubahan pemanfaatan bagian otak.

Namun, perubahan pemanfaatan otak dirasa belum terlalu signifikan. Karena setiap perkembangan zaman otak dituntut untuk terus berkembang. Meski ada hal positif dan negatif tapi masalah perubahan hanya pemanfaatan bagian otak.

"Kalau dulu kita harus banyak mengingat, akibatnya ada positifnya yaitu kemampuan mengingat orang zaman dulu tinggi. Tapi kelemahannya informasi bisa hilang seiring usia. Kalau sekarang kita tidak perlu menghapal karena sudah banyak teknologi seperti Google. Kelebihannya kita jadi bisa memanfaatkan otak untuk analisis," ungkap Ketua Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) itu.

Metode pembelajaran dengan mengingat atau menghapal keduanya sama-sama dibutuhkan. "Sama efektifnya untuk awal-awal studi. Tapi semakin ke akhir biasanya analisis kedua saling melengkapi," terang pria yang meraih gelar Doktor dari Nara Institute of Science, Jepang, pada Departemen Biological Sciences. (dan)

Baca Juga


Berita Terkait

Banten Raya / Pendaftar Membludak, SMAN 1 Petir di Kabupaten Serang Butuh RKB

Lifestyle / Mau Anak Pede di Hari Pertama Sekolah? Coba Tips ini

Nasional / Satgas Zonasi Pendidikan untuk Bantu Pemerintah Daerah

Nasional / Kemendikbud Bentuk Satgas Zonasi Pendidikan

Viral / Viral, Sekolah Ini Punya Tangga Khusus Perempuan


Baca Juga !.