Kesra

Data BPS, Kinerja Pertanian terus Meningkat

Redaktur: Ali Rahman
Data BPS, Kinerja Pertanian terus Meningkat - Kesra

Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Mewujudkan swasembada pangan di Indonesia dianggap bukan merupakan upaya yang mudah. Ada faktor yang hingga kini menjadi kendala dihadapi menuju swasembada pangan nasional.

Menurut Wakil Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Dodik, tingginya jumlah penduduk Indonesia menuntut perlunya solusi guna mencapai swasembada pangan.

Dodik mengatakan, amat baik merealisasikan terwujudnya 100 persen swasembada pangan nasional. Namun, tak mencapai angka maksimal itu pun merupakan capaian yang baik.

"Walaupun tidak 100 persen seperti yang Menteri Pertanian Amran Sulaiman sampaikan, telah 90 pesen saja sudah cukup Indonesia swasembada pangan. Tapi itu tetap tinggi juga sebab ke jumlah penduduk yang ada,” ujar Dodik, di Bogor, Kamis (24/1/2019), pada seminar nasional Ketahanan Pangan dan Launching IPB SDGs Network di IPB yang menghadirkan keynote speech Menteri Pertanian Amran Sulaiman.

Dodik mengemukakan, jumlah angka pertumbuhan penduduk di Tanah Air akan terus menanjak. Hal itu akan berbanding terbalik dengan jumlah ketersediaan lahan pertanian ke depannya.

Dodik menuturkan, meskipun keinginan swasembada pangan bukan hal yang mudah dilakukan, namun dirinya optimis bahwa hal tersebut tingkat persentasenya semakin membesar terealisasinya.

Keyakinan Dodik tersebut berdasarkan angka tingkat produktivitas pertanian Indonesia yang terus membaik dan meningkat setiap tahunnya.

Bahkan, Dodik menganggap, di kawasan Asia Tenggara (ASEAN), ukuran produktivitas pertanian Indonesia telah jauh lebih dan meninggalkan Thailand.

"Dari segi produktivitas pertanian, kita memang sudah tinggi. Persoalannya ada di jumlah penduduk yang banyak. Ada 260 juta jiwa penduduk di Indonesia harus diberikan makan," ucap Dodik.

Sementara itu, pada kesempatan acara digelar, Amran Sulaiman menyampaikan, kinerja pertanian Indonesia saat ini terus meningkat. Sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS), PDB pertanian meningkat 47,2 persen dari Rp 994,8 triliun pada tahun 2013 menjadi Rp 1.463 triliun di 2018.

Begitu juga menyoal inflasi pangan, Amran Sulaiman menjelaskan, sektor pertanian memiliki andil penting. Berdasarkan data BPS, inflasi pangan tahun 2014 masih sebesar 10,57 persen lalu menjadi 1,26 persen di 2017. (jaa)

Baca Juga


Berita Terkait


Baca Juga !.