Daerah

Bagikan 40.172 Sertipikat Tanah, Seluruh Bidang Tanah Kota Tangerang Selatan Siap Terdaftar Tahun 2019

Editor: Ali Rahman

INDOPOS.CO.ID - Kementerian ATR/BPN serahkan 40.172 sertipikat tanah hasil Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Lapangan Terbang Pondok Cabe, Kota Tangerang Selatan, Jumat (25/1/2019), dan yang hadir saat acara sebanyak 25.000 orang penerima yang berasal dari 51 Kelurahan di Kota Tangerang Selatan. Penyerahan sertipikat tanah ini dilakukan untuk memberi kepastian hukum atas hak tanah yang dimiliki masyarakat dan juga meminimalisasi terjadinya sengketa dan konflik pertanahan di masa yang akan datang.

Sertipikat tanah tersebut diserahkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang didampingi Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan A. Djalil kepada 14 orang penerima. Setelah menyerahkan, dalam sambutannya Presiden mengatakan bahwa Pemerintah terus lakulan upaya percepatan pendaftaran tanah melalui PTSL karena ingin meminimalisasi pemasalahan pertanahan.

“Saat ini banyak rakyat yang belum pegang sertipikat padahal sudah menempati tanahnya bertahun-tahun. Itu dikarenakan, kemarin kita hanya memproduksi 500 ribu sertipikat per tahun, padahal ada 80 juta bidang yang belum bersertipikat. Makanya, saya minta Kementerian ATR/BPN harus bisa sertipikatkan tanah dengan target yang diberikan,” ujar Presiden.

Sofyan A. Djalil menegaskan bahwa Kementerian ATR/BPN kini sudah lebih baik. “Kementerian ATR/BPN sudah lebih baik dalam Pemerintah dan pelayanan publik yang makin hari makin baik. Dulu mengurus sertipikat sulitnya setengah mati, masyarakat kesusahan mendapatkan sertipikat, sekarang kita daftarkan semua tanah yang belum bersertipikat,” ujarnya.

Di Kota Tangerang Selatan, diperkirakan terdapat 430.000 bidang tanah dengan perincian sampai dengan akhir tahun 2018 bidang tanah yang sudah terdaftar 393.420 bidang (91,5 %) dan belum terdaftar 36.580 bidang (8,5 %), dan diharapkan pada tahun 2019 seluruh bidang di Kota Tangerang Selatan telah terdaftar. “Diharapkan Kota Tangerang Selatan tahun ini seluruh tanahnya beres alias sudah terdaftar semua,” ujar Sofyan A. Djalil.

Marsim Hadi Suprapto (63) warga penerima sertipikat mengaku senang mendapat sertipikat tanah, “Kalau dulu saya tidak mampu urus sertipikat tanah karena biayanya banyak, sekarang kan udah gratis jadi saya senang banget tidak mengeluarkan banyak uang. Rencananya sertipikat tanahnya saya mau simpan dulu. Kalau sewaktu-waktu ada perlu untuk buka usaha saya jaminkan ke bank untuk keperluan modal,” ujarnya.

Sertipikat tanah merupakan aset hidup yang bernilai karena bisa menjadi akses masyarakat untuk memperoleh pinjaman modal di bank untuk keperluan membangun usaha. Akan tetapi, sebelum pinjam Presiden Jokowi mengingatkan masyarakat untuk mengkalkulasikannya dulu, mampu untuk mencicil atau tidak.

“Kalau punya sertipikat dan ingin dipakai untuk jaminan ke bank tolong dikalkulasi dan hitung dulu, bisa cicil tidak per bulan, kalau kira-kira tidak bisa jangan dipaksakan pinjam ke bank. Ingat, pinjaman ke bank itu digunakan untuk modal kerja, usaha, dan investasi,” ujar Presiden. (adv)

 

Berita Lainnya kan

Banner

Facebook

Twitter