Megapolitan

Warga Bantaran Kali Bekasi Direlokasi

Redaktur: Syaripudin
Warga Bantaran Kali Bekasi Direlokasi - Megapolitan

AMBLAS - Pekerja dengan alat berat memperbaiki tanggul yang amblas, di kawasan Kemang Pratama, Kota Bekasi, Kamis (3/1/2019). Foto : Risky Andrianto/ANTARA FOTO

INDOPOS.CO.ID - Musim hujan yang terus mengguyur wilayah hulu Bogor, membuat ketar-ketir Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi. Itu sebabnya, warga yang tinggal di bantaran Kali Bekasi bakal direlokasi ke Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Bekasi Timur.

Relokasi sementara itu bertujuan untuk menunggu pembangunan tanggul selesai. ’Sekarang ini sedang ada pengerjaan tanggul. Kalau bisa memang akan kita bebaskan lahan milik warga di situ. Tapi kalau tidak, kami akan relokasi sementara waktu selama pengerjaan tanggul itu," terang Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, Jumat (25/1/2019).

Tri mengaku, pengerjaan tanggul di Kali Bekasi itu menggunakan lahan warga. Untuk itu, pemerintah daerah sedang melakukan pendataan kepada rumah-rumah warga yang rawan terkena longsor untuk direlokasi. "Rencana akan ada pembebasan lahan, pak lurah bersama pak sekel dan RT, RW sedang mendata warga supaya dapat mau direlokasi. Kami harap warga mau pindah sementara di rusun, nanti kita berikan fasilitas dan kompensasi," ucapnya.

Selain itu, kata Tri, Dinas Bina Marga yang menjadi instansi yang bertanggungjawab dalam pembangunan tanggul harus terus memantau area bantaran Kali Bekasi yang rawan longsor. Termasuk memantau jalanan yang rusak dan berlubang serta pohon tua yang rawan tumbang.

"Saya sudah minta agar dinas terkait, bisa fokus terus memperhatikan lokasi-lokasi rawan bencana. Melakukan tindakan prefentif agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya. Menurut Tri lagi, kondisi rumah yang ada di bantaran Kali Bekasi memang mengkhawatirkan.

Hal itu dibuktikan ketika dirinya melakukan pengecekan ke lokasi rawan longsor. Sehingga, kata dia, sudah sangat diperlukan pembangunan tanggul agar mampu mencegah pergeseran tanah. "Kalau tidak segera cepat dibangun rumah warga akan lambat laun berubah menjadi sungai," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Satgas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, Karsono mengatakan insiden beberapa kali longsor di bantaran Kali Bekasi sudah mengkhawatirkan. Apalagi, potensi longsor selalu ada, ketika air kiriman dari Bogor mengalir ke Kali Bekasi. "Potensi itu bisa kapan saja terjadi," paparnya.

Sejauh ini, kata dia, pihak BPBD sudah menginventarisir lokasi rawan longsor. Sebab, pihaknya hanya bertugas untuk memantau dan menerima laporan dari warga. "Perlu diwaspadai daerah sepanjang aliran Kali Bekasi. Khususnya di Kelurahan Bojong Rawalumbu, Bojong Menteng, Sepanjang Jaya, Marga Jaya, dan Margahayu," tandasnya.(dny)

 

Berita Terkait

Banten Raya / Banyak Turap Rusak, Banjir Jadi Ancaman Serius

Megapolitan / Banjir Menyapa saat Sahur Perdana


Baca Juga !.