Daerah

Sejak Awal, Tjahjo Tahu Meikarta Berpolemik

Redaktur:
Sejak Awal, Tjahjo Tahu Meikarta Berpolemik - Daerah

Mendagri Tjahjo Kumolo (kedua kanan) berjalan keluar Gedung KPK usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Jumat (25/1/2019). Foto : Reno Esnir/ANTARA FOTO

INDOPOS.CO.ID - Neneng Hasanah Yasin berhasil membuat Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjajhjo Kumolo diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bupati Bekasi nonaktif itu sudah berulang kali menyebutkan nama Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu agar dimintai keterangan ihwal kaitan perizinan proyek pembangunan megaproyek Meikarta, Bekasi, Jawa Barat. Tjahjo Kumolo.

Pada, Jumat (25/1/2019) Tjahjo datang mengenakan baju batik. Dia tiba di KPK sekitar pukul 10.00 WIB. Sebelum masuk ke lobi Gedung Merah Putih, Kuningan, Jakarta Tjahjo sempat menyapa awak media. Tak lama kemudian, dia naik ke ruang pemeriksaan di lantai dua untuk menjalani serangkaian penyidikan. Usai diperiksa, Tjahjo pun kembali memberikan keterangan kepada media.

”Saya sebagai Mendagri ditanya terkait kesaksian Ibu Neneng. Intinya apa yang saya ketahui, apa yang saya dengar atau apa yang saya bicarakan dengan bupati, sudah itu saja,” ungkap Tjahjo.

Dalam persidangan terdakwa Billy Sindoro di Pengadilan Tipikor Bandung pada Senin (14/1/2019) pekan lalu, Neneng sempat mengaku dimintai tolong oleh Tjahjo untuk membantu proyek Meikarta. Nah, pernyataan Neneng itu yang dinilai perlu diklarifikasi penyidik KPK.

Menurut Tjahjo, pihaknya memang pernah berkomunikasi dengan Neneng melalui sambungan telepon. Hanya, Tjahjo tidak menghubungi ke nomor pribadi Neneng secara langsung. Melainkan melalui nomor Dirjen Otonomi Daerah (Otda) Kemendagri Sumarsono.

Dia menjelaskan, komunikasi itu dilakukan ketika Neneng sedang melakukan rapat bersama Sumarsono. Dalam percakapan itu, Tjahjo menyampaikan kepada Neneng perihal polemik proyek Meikarta. Khususnya terkait kewenangan bupati mengeluarkan perizinan yang harus mendapatkan rekomendasi gubernur. ”Kalau sudah beres semua segera diproses,” ujar Tjahjo menirukan kembali pernyataannya kepada Neneng waktu itu.

Setelah mendapat arahan tersebut, Tjahjo menyebut Neneng menjawab “baik pak”. Kemudian, Tjahjo kembali menegaskan kepada Neneng untuk menyelesaikan perizinan Meikarta sesuai ketentuan yang berlaku. ”Sudah, hanya itu saja,” papar dia.

Menurut dia, arahan semacam itu wajar diberikan menteri kepada kepala daerah. Apalagi, daerah tersebut menjadi ladang investasi besar bernilai ratusan triliun. ”Itu tugas saya sebagai menteri,” tuturnya. Namun, di luar itu, Tjahjo mengaku tidak memiliki kepentingan terkait proyek Meikarta. Terutama soal aliran dana.

Terpisah, Juru Bicara KPK Febri Diansyah menerangkan pemeriksaan kemarin merupakan upaya penyidik untuk mengonfirmasi sejumlah fakta persidangan. Penyidik juga mengonfirmasi mengenai sejumlah rapat di Komisi II DPR dan Ditjen Otda Kemendagri yang dihadiri pula oleh Neneng. ”Penyidik mengonfirmasi komunikasi (Tjahjo) dengan Bupati Bekasi,” terang Febri.(bar/ant)

Baca Juga


Berita Terkait

Nasional / Mendagri: Tak akan Hambat Izin Kepala Daerah ke Luar Negeri

Nasional / Mendagri Akui Alokasi Dana Masih ada Kendala dan Masalah

Megapolitan / Kursi Wagub DKI Masih Kosong, Ini Kata Tjahjo

Nasional / Mendagri: ASN Bolos Kena Skorsing, Dipotong Tunjangan

Nasional / Mendagri Pimpin Langsung Upacara Pemakaman Hari Sabarno

Megapolitan / ASN Bogor Masih Menunggu THR


Baca Juga !.