Headline

Timses Dua Kubu Tak Respon Ahok

Redaktur: Juni Armanto
Timses Dua Kubu Tak Respon Ahok - Headline

Basuki Tjahja Purnama (BTP). Foto : IST

INDOPOS.CO.ID - Meski banjir pujian atas kebebasan Basuki Tjahja Purnama (BTP) alias Ahok, namun di sisi lain ada penolakan tim sukses (timses) kedua kubu pasangan calon presiden (capres) dan wakil presiden (cawapres). Ini baik Tim Kemenangan Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin maupun Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga yang enggan memasukkan mantan Gubernur DKI Jakarta itu dalam susunan timses.

Ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romarhumuziy, salah satu parpol pengusung capres/cawapres nomor urut 01 meyakini label penista agama masih jadi senjata yang bisa digoreng siapapun untuk menyerang di masa kampanye Pilpres 2019. Atas dasar itu, dia menyarankan agar TKN Jokowi-Ma'ruf tidak melibatkan pria yang kini ingin dipanggil BTP itu dalam Pilpres 2019. "Tentu saya sebagai Dewan Penasehat TKN menyampaikan gagasan pikiran itu setelah menyerap aspirasi-aspirasi dan saya teruskan kepada presiden agar bisa meneruskan pada sejumlah pendukungnya," kata Romi, sapannya kepada wartawan, Jumat  (25/1/2019).

Diamini Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Arsul Sani. Dia menegaskan, pihaknya memang tak pernah membicarakan untuk mengajak Ahok bergabung. "Yang bisa saya katakan, selama ini TKN itu tidak pernah membicarakan soal Ahok. Misalnya, 'gimana ini kalau nanti kita ajak bergabung?' Nggak pernah!" tandasnya.

Menurut Sekretaris Jenderal (Sekjen) PPP itu, Ahok tak pernah menjadi fokus pembicaraan di lingkup internal Timses Jokowi-Ma'ruf. Dia juga tak mau berandai-andai jika Ahok kembali berkiprah di dunia politik. "Masih banyak hal lain yang ingin kita kerjakan. Jadi Ahok bukan subjek pembicaraan yang pernah diangkat dalam pertemuan TKN," sebutnya.

Ditambahkan, Juru Kampanye Nasional pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin, Eva Kusuma Sundari. Kubunya belum berencana menjadikan Ahok sebagai bagian tim pemenangan. Kendati demikian, TKN akan membuka pintu bagi Ahok jika ingin bergabung sebagai tim sukses Jokowi-Ma'ruf. "Nggak ada rencana (ajak Ahok sebagai timses, Red), kecuali dia yang mau. Kalau kita nggak ada rencana strategis ajak Ahok," katanya.

Terpisah, Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandiaga, Mardani Ali Sera juga menyebutkan belum ada niatan timnya untuk merekrut Ahok menjadi bagian tim sukses di Pilpres 2019, "Belum ada (niat mengajak, Red)," tandasnya di Media Center Prabowo-Sandi, Jakarta, Jumat (25/1/2019).

Menurut dia, tanpa Ahok sejauh ini timses nomor urut 02 ini sudah berjalan cukup bagus dan akan tetap berjalan seperti itu. "Kalau dari BPN sekarang ini, sedangkan tim yang sekarang sudah cukup bagus Insya Allah kami akan tetap jalan," tandas politikus PKS itu.

Wakil Ketua Komisi II DPR RI itu menambahkan, pihaknya tetap menghargai hak mantan Gubernur DKI itu sebagai individu untuk menentukan hak politik setelah bebas dari kurungan. Apalagi di mata pendukungnya, Ahok adalah sosok yang memiliki banyak kelebihan. "Dia punya hak ya sebagai individu bebas utuk menentukan mau kemana. Ya menurut saya semua ide, gagasan sekarang ini dibolehkan, apalagi bagi pendukungnya Ahok ini kan punya banyak kelebihan katanya," ujarnya.

Segera Menikah

Sementara itu, rencana pernikahan Ahok dengan Bripda Puput Nastiti Devi telah mendapatkan lampu hijau dari sang mertua. Bahkan perhelatan pernikahan keduanya akan dilangsungkan dalam waktu dekat.

Ayah Puput, Bripka Teguh Sriyono mengaku sudah memberikan restu kepada sang putri untuk diperistri oleh Ahok. Bahkan, rencana lamaran BTP ke keluarga besar polwan ini pun akan dilaksanakan. ”Benar sudah saya restui. Memang akan menikah dengan Ahok. Saya serahkan pada anaknya sendiri, karena dia sudah dewasa. Dia punya pemikiran sendiri. Apapun yang terbaik untuk dia. Maka, kami dukung. Orangtua tidak ikut campur tangan. Pelaksanaannya dalam waktu dekat ini,” katanya saat dihubungi via telepon, Jumat (25/1/2019).

Lantas kapan dan dimana pernikahan tersebut dilaksanakan? Teguh masih merahasiakan. Dia hanya memastikan resepsi pernikahan putrinya dengan Ahok tidak akan digelar di kampung halamanya, Nganjuk, Jatim. Artinya pasangan tersebut akan menikah di Jakarta. ”Wong nikahnya di sini. Kalau soal tanggal biar mereka yang tentukan. Mau Februari, Maret atau di bulan lain yang pasti akan menikah,” paparnya.

Kendati telah memberikan restu, Teguh berharap pernikahan putrinya tersebut berjalan lancar. Soal persiapan pernikahan sampai seluruhnya telah dipersiapkan putrinya dan Ahok.

”Itu nanti dikonfirmasi lagi ya. Nanti biar anaknya yang bicara saja. Kalau jumlah undangan saya kurang paham. Kami hanya minta doanya saja biar semua lancar kegiatannya,” pungkasnya.(aen/cok)

 

TAGS

Berita Terkait

Politik / JK Cegah Ahok Masuk Tim Sukses Jokowi- Ma'ruf

Politik / PDIP Sesuai dengan Cita-cita dan Perjuangan Ahok

Headline / Pesan Menkumham soal Hari Pembebasan Ahok

Nasional / Suara Ahok Tak Signifikan


Baca Juga !.