Daerah

Menteri LHK: TN Komodo Tetap Buka, Soal Penutupan Itu hanya Wacana

Editor: Redjo Prahananda

INDOPOS.CO.ID  - Wacana penutupan Taman Nasional Komodo oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat terus mendatangkan polemik. Meskipun baru wacana, yang belum tentu disetujui, polemik itu sangat memukul industri pariwisata di sana.

Cancellation wisatawan ke Labuan Bajo Komodo memang tidak bisa dihindarkan. Banyak travel agent, tour operator yang sudah mendapatkan dampaknya. Dan jika wacana itu terus gulirkan, hampir bisa dipastikan semakin banyak wisatawan yang balik kanan.

Komodo Labuan Bajo sudah ditetapkan Presiden Jokowi sebagai satu dari 10 Bali Baru, atau 10 Destinasi Prioritas. Bahkan, ditetapkan sebagai satu dari 4 super prioritas, setelah Danau Toba, Borobudur, dan Mandalika.

Sejatinya, wewenang penutupan tersebut ada ditangan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). Dan Kemen LHK tidak punya rencana menutupnya.

Hal ini juga ditegaskan Menteri LHK Siti Nurbaya. Siti menyatakan bahwa masalah konservasi menjadi urusan pemerintahan pusat, dalam hal ini kementerian yang dirinya pimpin.

"Iya belum bisa (langsung ditutup), pemerintah daerah harus konsultasi dan harus di dalam koridor urusan yang ditangani oleh Dirjen Konservasi (Sumber Daya Alam dan Ekosistem)," kata Siti di Kompleks Istana Kepresidenan, beberapa waktu lalu.

Apa yang dikatakan Menteri Siti juga diamini oleh Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Wiratno. Wiratno menyampaikan jika hal tersebut masih dalam tahap pembahasan lebih lanjut.

"Apabila pemerintah merencanakan penutupan sementara terhadap sebagian kawasan atau keseluruhan, maka akan dilakukan secara terencana, dengan memberikan tenggang waktu yang cukup, sehubungan dampak sosial ekonomi yang sangat besar," terang Wiratno.

Yang pasti tahun 2019 ini jalan terus, tidak ada rencana penutupan. Kepastian ini akan membuat sektor industri pariwisata bisa bergerak, bisa promosi, bisa membuat harga, sampai liburan Desembet 2019.

Untuk diketahui, berdasarkan data dari Kementerian LHK, jumlah populasi komodo sebanyak 2.762 individu. Jumlah ini tersebar di Pulau Rinca (1.410), Pulau Komodo (1.226), Pulau Padar (2), Pulau Gili Motang (54), Pulau Nusa Kode (70). Sedangkan populasi rusa adalah sebanyak 3.900 individu, dan kerbau sebanyak 200 individu. Data tersebut berdasarkan monitoring Balai TN Komodo dan Komodo Survival Programme pada tahun 2017.

"Pada tahun 2018, ditemukan 1 (satu) individu komodo mati secara alamiah karena usia. Ancaman terhadap komodo adalah masih ditemukannya perburuan rusa, namun saat ini program breeding rusa telah dibangun di Kecamatan Sape Kabupaten Bima, dalam rangka untuk mengurangi tingkat perburuan rusa di TN Komodo," pungkas Wiratno. (adv)

Berita Lainnya kan