Banten Raya

Proyek Jembatan Tangerang-Serang Roboh

Redaktur: Syaripudin
Proyek Jembatan Tangerang-Serang Roboh - Banten Raya

TAHAP PEMBANGUNAN-Sejumlah pekerja berusaha mengangkat badan jembatan gantung Solear yang ambrol. Foto: Yasril Chaniago/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Kepala Balai Besar Pengelolaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah VI Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) Harisuko didampingi kepala Satuan Kerja (Satker) PJN Banten I Effendi Tampubolon melihat langsung jembatan gantung Kamarang yang menghubungkan Desa/Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang dengan Desa Cidahu, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang yang ambruk Sabtu (26/1/2019).

Kedatangan orang nomor satu di BBPJN Wilayah VI ini, selain melihat langsung kondisi jembatan gantung sekaligus memberikan arahan kepada kontraktor, Satker dan PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) segera memperbaiki jembatan tersebut, agar dapat digunakan oleh warga.

”Kita belum dapat menyimpulkan penyebab jembatan ini ambruk. Karena jika melihat pekerjaan secara teknis kontraktornya sudah mengikuti gambar,” terang Harisuko kepada INDOPOS di lokasi proyek jembatan, Minggu (27/1/2019). Pihaknya juga berjanji akan melakukan evaluasi pekerjaan proyek jembatan gantung di wilayah Banten dan Jawa Barat tahun anggaran 2018. ”Kami evaluasi menyeluruh 50 proyek jembatan gantung yang ada di Banten dan Jawa Barat. Agar kejadian seperti ini tidak terulang di lokasi lain,” cetusnya.

Senada diungkapkan Kokoh Sambada, PPK II PJN Banten I yang menyebutkan pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab ambruknya proyek jembatan gantung penghubung Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Serang tersebut. ”Masih dilakukan investigasi,” ujar Kokoh.

Sementara Rois, pelaksana proyek pemasangan komponen jembatan dari PT Sinarkarya Porodisa membantah ambruknya jembatan disebabkan kesalahan pemasangan sling. Namun, kata dia juga, ada unsur mistis di lokasi proyek jembatan gantung tersebut.

"Kami bekerja sesuai gambar dari Kementerian PUPR, namun ada persoalan nonteknis yang tidak dapat kami jelaskan. Karena lokasi pembangunan jembatan berada di tempat keramat. Padahal kami sudah lakukan ritual sebelum pembangunan dimulai," jelasnya

Kedatangan tim dari Kementerian PUPR ini diapresiasi warga, dan diharapkan dapat mempercepat perbaikan jembatan gantung tersebut. ”Keberadaan jembatan gantung itu sudah lama didambakan warga bertentangga di dua kabupaten,” ujar Deni Khalid, warga Desa Cidahu, Kabupaten Serang.

Menurut Deni, selama ini warga dari Desa Solear yang hendak ke Kopo, Kabupaten Serang maupun sebaliknya, selalu menggunakan rakit jika hendak menyeberang Sungai Cidurian yang terkenal deras airnya saat musim hujan. ”Sudah banyak warga tenggelam akibat rakitnya terseret arus sungai,” ujarnya.

 Akibat tidak adanya jembatan penyeberangan, selain menggunakan rakit, warga juga harus memutar sejauh 5 kilometer (km) melalui jembatan irigasi jika hendak menyeberang sungai. ”Alhamdulillah, dibangunnya jembatan gantung ini jarak tempuh jadi dekat jika hendak ke Tangerang,” ujarnya juga.

Seorang saksi mata yang menolak ditulis namanya mengungkapkan, ambruknya jembatan gantung yang baru dibangun itu, karena ’penungu’ tempat keramat itu tak merestui pembangunan jembatan. ”Buktinya, kebun bambu dan pohon di dekat pondasi jembatan yang ada di Desa Cidahu tidak bisa ditebang meski menggunakan peralatan canggih,” katanya kepada INDOPOS.

Senada diungkapkan Aiptu Siswanto, Babinkamtibmas Desa Solear yang mengatakan lokasi pembangunan jembatan gantung itu dipercaya warga sebagai tempat keramat. ”Boleh percaya boleh tidak, namun lokasi proyek jembatan gantung itu dipercaya warga sebagai tempat keramat. Setiap hari ratusan peziarah datang ke sini,” jelasnya.  

Pengamatan INDOPOS, lokasi jembatan gantung yang ambruk itu terletak di tengah penziarahan Soler yang yang dihuni ribuan monyet. Kendati badan jembatan gantung ambruk ke sungai, namun pondasi jembatan yang ada di Desa Solear maupun di Desa Cidahu tidak rusak sama sekali.

Sejumlah pekerja berusaha menarik komponen jembatan ke pinggir dengan peralatan seadanya, meski arus sungai sedang deras karena baru saja diguyur hujan. ”Kami berusaha jembatan segera diperbaiki, agar warga tidak perlu lagi menggunakan rakit dan memutar jauh jika hendak menyeberang,” ujar Asep, seorang pekerja. (yas)     

 

Baca Juga


Berita Terkait

Daerah / KAL Kembang Bantu Pencarian Korban Tenggelam

Daerah / Sekretariat DPRD Sultra Disegel Massa

Banten Raya / Dilapori Warga, Wahidin Minta Pasien Kanker Ovarium Ditangani

Megapolitan / Ribuan Korban Kebakaran Kampung Bali Matraman Mengungsi

Megapolitan / Permukiman Kampung Bali Matraman Terbakar

Megapolitan / Wow, Trio Sanca Diamankan dari Pulau Lancang


Baca Juga !.