Kesra

Startup di Aceh Berkembang Signifikan

Redaktur: Ahmad Nugraha
Startup di Aceh Berkembang Signifikan - Kesra

Ilustrasi Foto

INDOPOS.CO.ID - Inkubator Bisnis Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh diharapkan dapat menjadi motivasi bagi pelaku usaha yang mampu menggali berbagai potensi ekonomi di daerah sehingga memiliki daya saing yang tinggi.

"Berbagai riset, prototype, dan inovasi produk yang dihasilkan oleh perguruan tinggi, perlu diwujudkan menjadi sebuah industri, sehingga berbagai potensi usaha akan berkembang," ucap Ibrahim Qamarius, Ketua Lembaga Inovasi dan Inkubator Bisnis Unimal di Lhokseumawe, Minggu (27/1/2019).

Oleh karena itu, kehadiran lembaga inovasi dan inkubator bisnis pada perguruan tinggi sangatlah penting, seperti yang dimiliki oleh Universitas Malikussaleh, Aceh, dalam melakukan pendampingan kepada sejumlah pengusaha rintisan (startup).

Dengan adanya pendampingan kepada startup, berbagai inovasi usaha diharapkan akan berkembang dan menjadi motivasi bagi pertumbuhan industri di daerah.

Bahkan dalam upaya mengembangkan berbagai potensi usaha yang ada di Aceh, pada 2019 pihaknya membina 44 pengusaha pemula, yang nantinya diharapkan dapat berkembang dan menjadi industri baru di daerah.

Menurut dia, pada tahap awal startup diberikan pendampingan pembuatan proposal, membuat Rencana Aksi (Action Plan), menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB), membuat Arus Kas (Cash Flow), menghitung Break Even Point (BEP) dan sebagainya.

Selain itu juga dilakukan pendampingan dalam bidang legalitas perusahaan, proses produksi, keuangan, pemasaran dan penjualan serta peningkatan kapasitas lainnya.

Disebutkan, dari 44 startup binaan Unimal tersebut, sembilan di antaranya sudah lolos Desk Evaluation pada Batch satu Program PPBT Kemenristekdikti untuk pembiayaan 2019 dan sudah melakukan presentasi yang dilaksanakan oleh Kemenristekdikti di Jakarta.

Adapun sembilan startup tersebut antara lain, PT Plastik Sago Teknologi (Plastik Ramah Lingkungan), PT Fugha Pratama Mandiri (Fusarium Gaharu untuk Peningkat Gubal Gaharu), Le Guna (Pupuk Pendamping Organik Cair), Forganic (Pengawet Alami dari Cangkang Kemiri), Eco Terrats (Formula Pengusir Tikus).

Selanjutnya That Gron Pomade (Minyak Rambut), Kopi Gayo merk Rimba Raya, I-MON 100C (Air Masak dalam Kemasan), dan Cold Brew Wine Coffe (Kopi Varian dari Gayo).

Sementara 16 startup lainnya sudah berhasil melakukan upload proposal pada PPBT Kemenristekdikti, Batch 2 untuk pembiayaan tahun 2019, dengan produk-produk antara lain: BUMOE (Bumbu Awak Kamoe), GOTANI (Software Pemantau Harga Produk Pertanian), VIRA (Virgin Aroma Therapy), Kupie Pinang Plus, Kopi Pinang.

Mr. Phep (Keumamah Siap Saji Khas Aceh Kemasan), Pengelohan Janeng Aceh (Pangan Terbarukan Pengganti Terigu), Kopi Ketapang (Kopi Buah Ketapang), Tepung Ikan, Tas Bordir Motif Aceh, Eco Diptera (Pengusir Lalat), Teh Cascara Arabica Gayo (Teh dari Kulit Kopi), SiDara IoT, (Sistem Informasi Administrasi Sekolah dan Madrasah berbasis IoT).

Souvenir Aceh, Aceh Aquaculture (Budidaya Udang Windu Ramah Lingkungan), Peci Aceh (Peci Motif Khas Aceh), dan Ikan Kayu (Keumamah) Cap Nusantara Food.

Sedangkan 19 startup lainnya sedang dilakukan pendampingan dan akan dipersiapkan untuk mengikuti program PPBT Kemenristekdikti untuk pembiayaan tahun 2020, di antaranya, Narheu (Minyak Atsiri Aceh), Peralatan Pembuatan Jus dengan Menggunakan Inovasi Solar Cell, Pengolahan Nilam Varietas Lhokseumawe.

TABSIWI (Teknologi Anti Begal Sistem Wireless), HELPON (Helm Telpon), Pelet Ikan dan Udang, ORSEBIS (Pupuk Organik), Lemon Fresh (Pencuci Piring, Gelas dan Peralatan Dapur lainya), Achenese Pomade, Suplemen Kulat Oil, Minyak Aromaterapi.

Putroena (Tas Bordir Motif Aceh), D'Muloh (Bandeng Isi), Tong Panik (Teknologi Pembuat Pupuk Cair dan Kompos Organik dari Limbah Rumah Tangga), Kecap Asin (UD. Mandiri), Optik Mobil, Teknologi Pembibitan Ikan.

Startup yang sudah mendapat pembiayaan pada program PPBT 2019 ada delapan startup, salah salah satunya Fusarium Gaharu (PT Fugha Pratama Mandiri) yang diwakili oleh Nurhanifa masuk dalam 10 startup binaan Kemenristekdikti 2018 untuk mengikuti workshop di London, Inggris selama dua pekan dengan biaya ditanggung oleh Pemerintah Inggris. (ant)

Berita Terkait


Baca Juga !.