Politik

Lebih Seru ‘Tarung Bebas’ Warnai Debat Kedua Jokowi dan Prabowo

Redaktur: Folber Siallagan
Lebih Seru ‘Tarung Bebas’ Warnai Debat Kedua Jokowi dan Prabowo - Politik

INDOPOS.CO.ID - Debat kedua antar calon presiden yang dilangsungkan 17 Februari 2019 diperkirakan akan berlangsung seru. Pasalnya, debat kali ini akan berbeda dengan debat perdana, yakni ada segmen ‘tarung bebas’ dimana kandidat capres dipersilakan saling  bertanya dan menanggapi  tanpa moderator bisa menyela keduanya. Namun durasi waktu sesi ini belum diatur KPU,  bisa saja 10 menit atau 15 menit.

”Jadi seutuhnya mereka tidak diatur satu menit, dua menit, tiga menit tapi tidak seluruh segmen,” tutur Ketua KPU Arief Budiman dalam rapat persiapan debat kedua di Kantor KPU RI Jakarta,akhir pekan lalu.

Hal baru lainnya yang akan ada dalam debat kedua, diungkapkan Arief, adalah adanya kamera yang terus mengikuti perjalanan Jokowi dan Prabowo menuju lokasi debat di Hotel Sultan, Jakarta Selatan. Nantinya akan ditampilkan secara live  oleh RCTI, GTV, MNC TV, dan INews TV. "Kami upayakan masing-masing paslon bisa komunikasi sepanjang perjalanan menuju tempat debat," ungkapnya.

Arief menuturkan, hal ini dilakukan KPU agar Jokowi dan Prabowo bisa saling tukar kabar. Arief menyebut ini sebagai prolog sebelum pelaksanaan debat. "Mudah-mudahan ini menunjukkan kultur kita, keramahtamahan di antara masing-masing paslon," imbuhnya.

Untuk debat kedua, kata Arief akan dimoderatori oleh Tommy Tjokro dan Anisha Dasuki. Keduanya diajukan oleh pihak media penyelenggara yakni I-News TV. "Kami tetap akan mengunaka pola 2 moderator, pertama Tommy Tjokro dan Anisha Dasuki," ucap Arief.

Meski begitu, KPU akan terlebih dahulu menghubungi keduanya untuk meminta persetujuan mereka. Apabila keduanya berkenan, akan dilanjutkan. Begitu pun sebaliknya, bila tidak berkenan maka batal. "Usulan ini, telah kita sepakati bersama (timses dua paslon)," tegasnya. Selain menunjuk moderator, debat kedua juga akan diisi oleh delapan panelis yang ahli sesuai dengan tema debat terkait  bidang energi dan pangan, sumber daya alam dan lingkungan hidup.

Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandiaga, Priyo Budi Santoso mengaku gembira dengan penunjukan keduanya. Sebab, kedua jurnalis itu dinilainya cukup berkompeten pernah menjadi juru tengah di berbagai acara debat. "Kami berdua (dengan Aria Bima) tadi ikut menelusuri siapa ini (Tommy-Anisha) dan  kita gembira," ungkap Priyo.

Politikus Partai Berkarya ini menyebut, Anisha sosok yang hebat lantaran pernah memimpin debat di Pilkada Jawa Timur, Jawa Barat serta NTB. Demikian pula Tommy Tjokro. Priyo menegaskan bahwa penunjukan ini  bukan dari pihaknya dan Jokowi - Ma'ruf Amin melainkan dari pihak media penyelenggara. ”Yang menentukan itu adalah KPU, rupanya menunjuk dua-duanya dan menanyakan kepada kita. Kami setuju, 01 setuju 02 setuju, ketok palu,” tegas Priyo.

Meski begitu, Priyo meminta agar moderator dan panelis harus disumpah. Lantaran, pada debat kedua ini tidak ada pemberitahuan kisi-kisi pertanyaan sebagaimana yang terjadi pada debat pertama.

"Jadi baik itu panelis, moderator dan KPU, yang mengetahui hanya Ketua KPU, semua di bawah sumpah untuk merahasiakan alias tidak membocorkan kisi-kisi maupun bentuk pertanyaan (kepada kedua capres)," tambah Priyo.

Di tempat yang sama, Wakil Direktur Saksi Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Lukman Edy menegaskan  perlu ada mekanisme tersendiri selain sumpah kepada moderator dan panelis. 

Sebab, mekanisme ini penting supaya publik yakin bahwa pertanyaan-pertanyaan tertutup yang dibuat para panelis tidak bocor.  "Bahkan mungkin kepada KPU sendiri. Padahal komisioner KPU sendiri tidak tahu kisi-kisi pertanyaan-pertanyaan itu. Saya ingin supaya tidak ada prasangka," jelas Politikus PKB itu.

Sementara, Direktur Program TKN Jokowi - Maruf Amin, Aria Bima menegaskan, pihaknya tidak pernah mengajukan nama-nama kandidat moderator debat, termasuk Tommy-Anisha. "Saya tidak pernah mengajukan kesepakatan dari rapat TKN untuk moderator. Kita tidak pernah mengajukan," ujarnya. Diketahui, debat kedua Pilpres 2019 hanya akan mempertemukan dua capres tanpa dihadiri oleh cawapres pada 17 Februari 2019. (dil)

Berita Terkait


Baca Juga !.