Headline

Ini Penentu Nasib Ekonomi Indonesia Usai Pilpres 2019

Redaktur: Ali Rahman
Ini Penentu Nasib Ekonomi Indonesia Usai Pilpres 2019 - Headline

Diskusi bertajuk 'Ekonomi Indonesia Pasca Pilpres 2019' di Forum Tebet, Jalan Tebet Barat Dalam IV, No. 5, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (28/1/2019). Foto: Joesvicar Iqbal/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Ekonomi Indonesia usai Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2019 sangat ditentukan oleh posisi menteri di sektor ekonomi, di antaranya Menteri Keuangan, Menteri Koordinator Perekonomian hingga Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas.

Itu dikatakan Peneliti Indef, Bhima Yudhistira Adhinegara pada diskusi bertajuk 'Ekonomi Indonesia Pasca Pilpres 2019' di kawasan Tebet, Jakarta, Senin (28/1/2019). Menurutnya, evaluasi selama empat tahun terakhir pemerintahan, ekonomi Indonesia hanya mampu tumbuh di kisaran lima persen dari target awal tujuh persen.

"Ini menunjukkan bahwa konsumsi masyarakat menurun. Ini yang membuat ritel kemudian berguguran. Jadi kalau ada yang bilang ritel karena e-Commerce iya, tapi memang juga terjadi perlambatan konsumsi rumah tangga," ujar Bhima kepada INDOPOS usai kegiatan itu.

Menurutnya, siapapun yang terpilih jadi presiden nanti, tentu akan merasakan stabilitas jangka pendek dimana belakangan ini nilai tukar rupiah masih bergerak stabil. Tapi kalau dilihat sepanjang 2019, Bank Dunia dan IMF memang sedikit pesimis terhadap proyeksi ekonomi global.

Tapi, pembangunan infrastruktur tetap harus dilanjutkan dengan memperhatikan kesehatan fiskal. Artinya, presiden terpilih pasti sibuk satu hingga dua tahun di bidang ekonomi, kemudian tahun ketiga dan ke empat baru fokus reformasi struktural.

Peneliti Megawati Institutes, Iman Sugema menambahkan, untuk infrastruktur efeknya baru terasa pada tahun 2020, jika konsumsi lemah. Dampak langsung infrastruktur belum dapat dinikmati sekarang. Setelah pilpres harus melihat semua pelaku dan peningkatan investasi privat. Yang dibutuhkan adalah kecepatan membangun.

"Sekarang yang dibutuhkan pemerintah sigap untuk melakukan antisipasi cepat," katanya. Pastinya, pada jangka panjang diharapkan proyek infrastruktur bisa menurunkan biaya logistik. Dampaknya 5-10 tahun ke depan. (ibl)

Berita Terkait

Ekonomi / Serukan Tindakan Balasan ke Uni Eropa

Nasional / Impor Opsi Terakhir

Ekonomi / Penguatan Ekspor harus terus Dilakukan


Baca Juga !.