Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2018 Naik Satu Poin

INDOPOS.CO.ID – Transparency International Indonesia (TII) menyatakan Corruption Perception Index (CPI) atau Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia tahun 2018 naik satu poin ketimbang.

Padahal 2018, IPK Indonesia meraih skor 38 poin dari skala 0-100 poin. “Skor ini naik 1 poin dari CPI 2017 lalu dan naik tujuh peringkat dari tahun 2017 lalu,” kata Manajer Riset TII, Wawan Suyatmiko di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (29/1/2019).

Baca Juga :

Wawan juga menyampaikan, terdapat dua sumber data penyumbang kenaikan IPK Indonesia tahun 2018, antaralain; Global Insight Country Risk Ratings dan PERC (Political and Economic Risk Consultancy) Asia Risk Guide.

Sementara lima sumber data memberikan skor stagnan yakni, World Economic Forum, PRS International Country Risk Guide, Bertelsmann Foundation Transform Index, Economist Intelligence Unit Country Ratings, dan World Justice Projects.

Baca Juga :

“Sedangkan dua sumber data mengalami penurunan seperti lMD World Competitiveness Yearbook dan Varieties of Democracy Projects,” papar Suyatmiko.

Dia juga menuturkan, kenaikan signifikan dalam Global Insight Country Risk Ratings yang terkait proses kemudahan berusaha, perizinan, dan investasi menjadi salah satu daya dongkrak besar untuk CPI Indonesia.” Yang stagnan dan turun banyak berbicara relasi antara pebisnis dan politisi,” ujar dia. (bar)

Baca Juga :

Komentar telah ditutup.