Jakarta Raya

Menunggu BUMD Tangani Galian

Redaktur: Muhammad Izzul Mutho
Menunggu BUMD Tangani Galian - Jakarta Raya

KAPAN  BERES? - Pengerjaan galian masih dilakukan yang dapat menyebabkan kemacaetan seperti Jl Hayam Wuruk, (28/1). Foto : Toni Suhartono/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Kepala Dinas (Kadis) Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho mengatakan badan usaha milik daerah (BUMD) yang ditugaskan menangani utilitas adalah PT Jakarta Propertinda (Jakpro) Jakarta Infrastruktur. Ini menjadi bagian dari program Pemprov DKI Jakarta untuk penataan dan kerapihan sarana infrastruktur, seperti jaringan fiber optik, listrik, dan air. “Sehingga dikeluarkannya Ingub 126 Tahun 2018 tentang Penataan Dan Penertiban Jaringan Utilitas,” ujar Hari, melalui pesan WA, Senin (28/1/2019).

Hari mengatakan, pelaksanaan pekerjaan dan pengelolanya adalah pihak yang netral, open access, dan tidak diskriminatif, biaya pekerjaan reasonable, serta tidak memberatkan operator. “Selain itu, juga dapat mengakomodasi kebutuhan ke depan dan kebutuhan operation dan maintenance,” katanya.

Lebih lanjut kata Hari, pemprov ingin adanya kepastian service level agreement apabila terjadi gangguan utilitas akibat pekerjaan lapangan, dan tidak ada bongkar pasang utilitas. “Maka pemprov sebagai fasilitator akan menugaskan BUMD yang akan menjadi operator. Dalam hal ini Jakpro Jakarta infrastruktur,” jelas dia.

Sebelumhya, Hari juga mengatakan penertiban dan penataan utilitas dimulai triwulan I 2019. Pada Desember 2018, ada Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 126 Tahun 2018 tentang Penataan dan Penertiban Jaringan Utilitas. Instruksi mengatur supaya seluruh kabel yang menggantung diturunkan. Melalui instruksi itu, lanjut Hari, sudah diatur kluster penataan dan penertiban utilitas. Ia menyebutkan, di Jakarta Timur penertiban dilakukan di 17 lokasi, Jakarta Selatan 15 lokasi, Jakarta Pusat 15 lokasi, Jakarta Barat di 20 lokasi, dan di Jakarta Utara 13 lokasi.

Diungkapkan Hari, sesuai dengan instruksi gubernur, penertiban dilakukan bertahap, mulai triwulan pertama sampai akhir 2019. Namun, diakui Hari, penurunan utilitas tidak bisa asal dilakukan. Pihak Bina Marga mesti menyurati sekitar 20 pemilik jaringan. "Isi suratnya meminta mereka merapikan utilitas milik mereka, Kami memberi mereka waktu satu bulan. “Apabila dalam satu bulan belum beres kami yang memotong-motong ucap,”  Hari.

Pengamat perkotaan Nirwono Joga, mengatakan, Dinas Bina Marga DKI Jakarta tidak memiliki peta jaringan utilitas eksisting dan rencana induk jaringan utilitas. Apabila kedua hal itu ada, saat ada pemasangan baru, para pemilik tinggal mengikuti peta dan rancangan induk tersebut.

"Ini memang pekerjaan rumah untuk Pemprov DKI Jakarta. Di trotoar DKI Jakarta setidaknya ada 10 instansi (yang terlibat)," ujar Nirwono.

Tak hanya itu, trotoar di Jakarta belum dilengkapi ducting. la menyayangkan penataan trotoar yang tidak langsung menyertakan ducting itu. Belajar ke negara lain, untuk trotoar selebar 5 meter, maka 3 meter di antaranya langsung dibagi untuk saluran air. Lalu I meter di kiri untuk pemasangan jaringan kabel yang diatur, yakni lapisan atas untuk kabel listrik, lapisan berikutnya untuk kabel lain. Sedangkan 1 meter di kanan untuk jaringan perpipaan, mulai pipa air bersih, air kotor, hingga gas.

Nirwono menambahkan, apabila Pemprov DKI mau mengatur secara menyeluruh, tidak ada lagi penggalian berulang-ulang di trotoar. la menyangsikan penataan trotoar di Sudirman-Thamrin sudah diikuti penataan utilitas. “Kami ingin hal itu dibuktikan,” tandasnya. 

Sementara itu, Pemerintah Kota Jakarta Selatan menertibkan jaringan utilitas sepanjang 1,4 kilometer di Jalan Warung Jati, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (29/1/2019).

Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali menggunting kabel yang menggantung dan mengganggu pemandangan tersebut.“Kabel ini sebenarnya sudah tidak dipakai karena operator sebelumnya telah memindahkan ke manhole, sehingga kami hanya memotong dan merapikan kabel yang dirapikan Sudin Bina Marga kemudian digulung sendiri oleh operator,” kata Marullah. Sebelum menggunting kabel, pihaknya telah berkoordinasi dengan pemilik kabel utilitas.

Kepala Seksi Bidang Utilitas Sudin Bina Marga Jakarta Selatan Eva Andrian mengatakan, penertiban tersebut merupakan Instruksi Gubernur Nomor 126 Tahun 2018 tentang Penertiban dan Penataan Jaringan Utilitas.

Operator telah diberikan waktu seminggu untuk merapikan kabel-kabel yang dipotong. "Kalau dalam waktu satu minggu belum digulung dan dipindahkan, maka Sudin Bina Marga akan mengerahkan petugas untuk merapikannya,” ujar Eva.

Pada Oktober 2018, Pemerintah Kota Jakarta Selatan mengumpulkan puluhan penyedia layanan jaringan telekomunikasi, kelistrikan, dan pengelola gedung untuk merapikan kabel utilitas yang masih semrawut. Langkah ini diambil setelah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta utilitas ilegal dirapikan. Pemprov DKI memberi waktu pemilik merapikan utilitas hingga Desember 2018.

Diberitakan sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim, fase penataan utilitas di wilayah ibu kota telah dimulai. Di antaranya penyusunan fase awal yang meliputi wilayah dan tenggat waktu pengerjaan yang akan berakhir pada Januari 2019.

"Sebentar lagi ada pengumuman khusus soal itu. Nanti saya sampaikan lagi, sudah kita tugaskan BUMD untuk bereskan," kata Anies kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (24/1/2019). 

Anies menambahkan, penataan utilitas dikerjakan secara bertahap dan harus bekerja sama dengan pemilik utilitas. Sebab, mayoritas utilitas yang semerawut tersebut didominasi milik Perusahaan Listrik Negara, (PLN), Telkom, dan fiber optik (FO) pihak swasta.

Anies menilai bahwa kerja sama dengan PLN sudah ada pembicaraan. Begitu juga dengan telepon yang diberikan saran olehnya dengan membuat rute penyelesaian yang dilakukan secara bertahap. "Kami berharap pemilik utilitas FO dapat bekerja sama dengan baik," tandasnya.(wok/ibl)

 

Berita Terkait

Megapolitan / Harus Ada Upaya Masif

Megapolitan / Evaluasi Fogging Serentak

Megapolitan / Penanganan Belum Optimal

Megapolitan / Jumlah Kasus DBD Tertinggi Tiga Tahun Terakhir


Baca Juga !.