Ekonomi

Karpet Merah Investor Asing

Redaktur: Jakfar Shodik
Karpet Merah Investor Asing - Ekonomi

TATAP PELUANG - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kiri) dan Advisory Board Chairman of Mandiri Institute M Chatib Basri ketika memberi penjelasan pada Mandiri Investment Forum (MIF) 2019 di Jakarta, Rabu, (30/1). Foto : TONO/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Bank Mandiri (BMRI) mempromosikan peluang investasi Indonesia. Itu dilakukan melalui forum investasi internasional bertajuk Mandiri Investment Forum (MIF) 2019 mengusung tema Invest Now. Ajang itu klaim Mandiri supaya pelaku modal tidak kehilangan momentum investasi.

”MIF 2019 akan fokus pada solusi strategis bagi para pembuat keputusan dan investor swasta dalam menavigasi bisnis, seiring tren pengetatan moneter global, dan berlangsungnya tahun politik Indonesia,” tutur Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Sulaiman Arif Arianto di Jakarta, Rabu (30/1/2019).

Sulaiman mengatakan membaiknya iklim investasi di Indonesia ini terlihat dari rasio pertumbuhan kredit yang berada pada kisaran 12 persen dan rasio kredit bermasalah (NPL) di bawah tiga persen hingga akhir 2018.

Itu bisa menjadi nilai plus industri perbankan untuk mendukung kinerja perekonomian meski saat ini tengah menghadapi tantangan dari revolusi industri 4.0. ”Perbankan akan terus berkontribusi optimal dan menjadi motor pertumbuhan ekonomi. Terjaganya kualitas aset, rasio permodalan kuat dan efisiensi biaya operasional akibat inovasi pada digital banking, instrumen keuangan, dan kuatnya konsumsi domestic,” ucap Sulaiman.

Kajian tim ekonom Mandiri Group memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini bisa mencapai 5,22 persen, lebih tinggi dari capain tahun lalu yang diproyeksi sebesar 5,16 persen. Indonesia mempunyai keunggulan berupa bonus demografi yang dapat bermanfaat untuk mendukung sektor manufaktur meski memiliki keterbatasan sumber daya manusia dalam bidang teknologi informasi.

Pada kesempatan itu, sebanyak 700 investor, termasuk 90 investor asing, dan sekitar 200 nasabah korporasi Bank Mandiri mendapat penjelasan dari Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Menteri BUMN Rini Soemarno, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Suahasil Nazara, dan Advisory Board Chairman Mandiri Institute M Chatib Basri.

Dalam paparannya, Sri Mulyani mengatakan saat ini kondisi perekonomian Indonesia dalam keadaan baik. Itu karena mempunyai ketahanan ekonomi melalui dukungan konsumsi rumah tangga. Meski terdapat tekanan global, ketahanan itu menyebabkan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai lima persen dengan laju inflasi terjaga di bawah tiga persen.

Selain itu, pemerintah terus berupaya untuk mengundang investasi melalui perbaikan sistem kemudahan berusaha (OSS) dan memberikan insentif perpajakan. Melalui instrumen fiskal, pemerintah ikut mendorong kualitas sumber daya manusia (SDM) dengan meningkatkan alokasi anggaran pendidikan, kesehatan, dan memperbaiki kualitas pelatihan kejuruan atau vokasi. ”Pemerintah telah menentukan kebijakan fokus pengeluaran negara pada 2019 yaitu pengembangan SDM, pembangunan infrastruktur, dan jaring pengaman social,” tukas mantan pelaksana bank dunia itu. (ant)

Baca Juga


Berita Terkait

Ekonomi / Mandiri Operasikan 350 Kantor Cabang

Ekonomi / Mandiri Sebar 77 Titik Penukaran UPK

Ekonomi / Mandiri Biayai Proyek Jalan Tol Probowangi

Ekonomi / Siapkan Modal Ekspansi Rp 30 Triliun


Baca Juga !.