Megapolitan

Pengusaha Mikro Rame-Rame Daftar BPJS Ketenagakerjaan

Redaktur: Dani Tri Wahyudi
Pengusaha Mikro Rame-Rame Daftar BPJS Ketenagakerjaan - Megapolitan

KOMPAK-Sinergi sosialisasi program jaminan sosial ketenagakerjaan di Kantor Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat (31/1/2019). FOTO: BPJSTK

INDOPOS.CO.ID - BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Slipi menggelar sosialisasi program jaminan sosial ketenagakerjaan di Kantor Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat (31/1/2019). Pesertanya adalah para pengusaha mikro binaan program Pengembangan Kewirausahaan Terpadu (PKT) atau yang sebelumnya disebut OK OCE. 

”Saya baru saja membayarkan klaim santunan Rp 209 juta kepada karyawan apartemen di Kedoya yang jatuh saat membersihkan kaca dan mengalami cacat total,” ungkap Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Slipi Tidar Yanto Haroen di hadapan para peserta PKT. Hadir tuan rumah yaitu Camat Palmerah Zeri Ronazy, serta Kabid Pemasaran BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Slipi Royyan Huda. 

Dalam acara tersebut Tidar memberikan sosialisasi lengkap manfaat program BPJS Ketenagakerjaan mulai Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), maupun Jaminan Pensiun (JP). Setelah memperkenalkan berikut testimoni manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan para peserta PKT langsung tertarik dan mendaftar menjadi peserta. 

Kabid Pemasaran BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Slipi Royyan Huda mengatakan, di awal  2019 pihaknya tancap gas untuk akuisisi besar-besaran kepesertaan. ”Kegiatan ini dalam rangka menyukseskan tema besar BPJS Ketenagakerjaan 2019 yang kita sebut aggressive growth. Artinya baik kepesertaan maupun iuran bertumbuhnya secara eksponensial,” ujar Roy panggilan Royyan Huda. 

Untuk itu pihaknya akan mengakuisisi kepesertaan seluruh potensi kepesertaan di wilayah kerja Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Slipi secara masif dan secara agresif dengan nilai retensi kepesertaan 1 : 3. Artinya untuk mempertahankan satu orang kepesertaan aktif harus melakukan tiga akuisi kepesertaan baru agar pertumbuhan kepesertaan tetap terjaga. Tidak hanya asal ciduk saja, Roy mengatakan untuk akuisisi kali ini pihaknya menerapkan prinsip ASQ.  

”A artinya akuisisi, S adalah sustainability artinya menjaga kesinambungan agar setelah mereka terdaftar tetap tertib membayar iuran agar tetap bisa terlindungi jika terjadi risiko sewaktu-waktu. Sedangkan Q adalah quality atau kualitas data peserta dipastikan valid dan tidak terkendala dengan profil data yang lengkap yang dilaporkan peserta,” cetusnya.  

Di dalamnya harus secara komprehensif seperti profil KYC perbankan. Antaralain nama lengkap, nama ibu kandung, nomor hand phone,  alamat lengkap, email, beserta jenis usahanya. Semua data  itu terekam secara komprehensif. Langkah ini juga akan membantu program pemerintah untuk memberikan rekomendasi pelaporan data yang berkualitas dan bermanfaat untuk memberikan pengingat dalam pembayaran iuran lanjutan. Juga pemberitahuan dalam bentuk notifikasi dari pembayaran klaim yang sudah dibayarkan dan kegunaan fasilitas digital yg diberikan oleh BPJS Ketenagakerjaan lainnya kepada peserta.

Roy mengatakan, pelaku usaha kecil dan mikro menempati 85 persen dari seluruh potensi kepesertaan yang ada di DKI Jakarta. Sementara 15 persennya merupakan potensi peserta / badan usaha yg masuk kedalam skala usaha besar dan menengah yang menjadi potensi dan yang sudah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.  ”Lantas apa upaya yang dilakukan adalah secara masif kita bekerjasama dengan pembina dan pendamping dari Kewirausahaan Terpadu yang berada di dalam binanaan Kasatpel UMKM Kecamatan dengan sebutan PLJP Sudinaker yang menjadi pembina UMKM di wilayah kecamatan di Jakarta Barat,” ungkapnya. 

Menurut Roy, kali ini pihaknya menerapkan akuisisi dengan pembayaran iuran langsung setahun. UMKM rata-rata mendaftar dalam kategori peserta formal atau peserta penerima upah (PU). ”Kerena mereka memiliki surat izin usaha dengan klasifikasi usaha kecil dan mikro mereka adalah pekerja formal yang masuk dalam kategori mikro dengan upah Rp 0 sampai Rp 1 juta,” ujarnya. 

Dengan membayar langsung satu tahun tersebut akan memberikan manfaat bagi program JHT.

”Keuntungannya adalah karena iuran dibayar lebih cepat maka akan masuk dalam kategori pembayaran di bulan berjalan (IBB) dengan pengembangan (bunga) JHT ganda dengan sistem cash basis,” tuturnya.  
Di sisi lain Roy menyebut BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Slipi diberikan target yang luar biasa besar pada 2019. Target penambahan peserta baru untuk perusahaan baru (PK/BU Baru) sebesar 1.455 yang dapat diambil dari UMKM dan Komunitas. Penambahan tenaga kerja penerima upah baru sebesar 229.646, dan tenaga kerja bukan penerima upah baru sebesar 18.695 dengan total target akuisisi tenaga kerja baru keduanya sebesar 248.341.

Sedangkan untuk target Iuran untuk peserta PU sebesar Rp 6.240 triliun dan iuran peserta BPU sebesar Rp 2.615 miliar dengan total target Iuran keduanya menjadi sebesar Rp 6.243 triliun. ”Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Slipi saat ini sebagai penyumbang kontribusi dari sekitar 8-10  persen total iuran nasional,” sebutnya. (dni)

Berita Terkait


Baca Juga !.