Jakarta Raya

Salah Satu Ruko Blok F Dipakai untuk Menjemur

Redaktur: Muhammad Izzul Mutho
Salah Satu Ruko Blok F Dipakai untuk Menjemur - Jakarta Raya

SEPI - Suasana kios-kios tempat penampungan PKL Jatibaru di Lantai 7 Blok F Tanah Abang, Jakarta, Selasa (29/1/2019). Foto : Ismail Pohan/INDOPOS    

INDOPOS.CO.ID - Penataan pedagang kaki lima (PKL) kawasan Tanah Abang (TA), Jakarta Pusat, tak kunjung selesai. Kepala Suku Dinas (Sudin) Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Perdagangan (KUKMP) Jakarta Pusat Bangun Richard menuturkan, walau para pedagang mengaku bahagia lantaran mendapatkan lokasi usaha yang layak dan ramai pembeli, jumlah pedagang yang dapat ditampung di skybridge terbatas. 

Jumlahnya hanya sebanyak 446 orang. Padahal sebelumnya terdapat sebanyak 650 PKL yang menempati lapak di sepanjang Jalan Jatibaru Raya, lokasi Skybridge saat ini. "Jadi tidak semuanya, semuanya pilihan yang benar-terdata saja, tidak double (ganda). Total pedagang yang aktif berjualan di skybridge ada 446 orang," terangnya dihubungi pada Kamis (31/1/2019). 

Permasalahan kini bergeser kepada para pedagang yang tidak mendapatkan kesempatan untuk berjualan. Sementara, seluruh kawasan, baik jalan maupun trotoar ditegaskannya harus bebas dari aktivitas pedagang.

Terkait solusi yang ditawarkan kepada para pedagang, sambungnya, masih sebatas koordinasi antara pihaknya dengan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Jaya. Namun, belum ada kesepakatan antara pemerintah dengan para pedagang terkait area relokasi berjualan.

"Sampai saat ini, belum ada dibicarakan, tindakan sementara masih penertiban rutin oleh Satpol PP. Tapi pendataan terus dilakukan, soalnya memang banyak pedagang baru yang datang," ungkapnya.

Sama halnya dengan pedagang yang tidak mau menempati Blok F. Alasannya, karena di Blok F sepi dari pembeli. Dan bahkan para pembeli lebih memilih membeli di PKL dengan harga yang jaub lebih murah. "Ya mau bagaimana lagi. Kalau di Blok F kan jadi sepi. Pada milih ke skybridge atau di bawah itu lebih ramai pembeli," ujar Soni, 40, pedagang yang pernah jualan di Blok F Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat kepada INDOPOS.(ibl) 

 

 

Berita Terkait

Megapolitan / Harus Ada Upaya Masif

Megapolitan / Evaluasi Fogging Serentak

Megapolitan / Penanganan Belum Optimal

Megapolitan / Jumlah Kasus DBD Tertinggi Tiga Tahun Terakhir


Baca Juga !.