Politik

Debat Kedua akan Lebih Panas

Redaktur: Folber Siallagan
Debat Kedua akan Lebih Panas - Politik

Grafis TAPIEN/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Komisi Pemilihan Umum RI telah menunjuk delapan panelis debat Capres kedua yang terdiri dari akademisi dan perwakilan lembaga swadaya masyarakat. Konsep debat Capres edisi dua ini disusun lebih menarik dan perdebatan kedua kontestan juga akan lebih terbuka dan sengit.

"Panelis debat kedua ada delapan orang. Enam dari akademisi dan dua dari LSM," ujar Komisioner KPU RI Wahyu Setiawan di Jakarta, Kamis. Wahyu mengatakan panelis dari akademisi berjumlah enam orang dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Gajah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Diponegoro (Undip). Sementara panelis dari kalangan LSM berjumlah dua orang masing-masing dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) dan Konsorsium Pengembangan Agraria. (Selengkapnya lihat grafis

Debat capres kedua yang akan dijalani antar-calon presiden, di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu 17 Februari 2019. Debat kedua ini mengambil tema energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup.

Dalam debat kedua, KPU tidak akan memberikan kisi-kisi pertanyaan yang disusun panelis kepada para capres. Selain itu dalam debat kedua nanti, akan ada segmen khusus di mana kedua Capres akan menjalankan debat secara bebas meski tetap dipandu moderator. Moderator dalam debat kedua yaitu Tommy Tjokro dan Anisha Dasuki.

Untuk menyamakan persepsi semua panelis, KPU akan membuat sebuah kelompok diskusi (focus group discussion) bagi panelis debat Capres kedua dengan melibatkan pihak-pihak terkait yang relevan dengan tema debat. "Sehingga nanti akan memperkaya panelis dalam menyusun soal," kata Komisioner KPU Wahyu Setiawan di Jakarta, Kamis.

Panelis tidak membuat atau menyusun pertanyaan dalam kelompok diskusi itu, melainkan untuk menerima masukan agar soal yang dibuat panelis lebih komprehensif. Dia menekankan pasangan calon atau tim kampanye tidak akan dilibatkan dalam kelompok diskusi tersebut.

Wahyu mengungkapkan sejauh ini telah ada beberapa kelompok masyarakat yang mengirimkan surat kepada KPU untuk bisa memberikan sumbangsih gagasan dan pemikiran terkait soal-soal dalam debat kedua Capres.

Harus Bawa Perubahan

Sementara itu, terkait hasil debat, Indonesia for Global Justice (IGJ) menyatakan hasilnya harus bisa membawa perubahan struktur perekonomian nasional yang lebih adil dan merata sekaligus meningkatkan kinerja perdagangan Indonesia.

"IGJ mendesak agar Pemilu 2019 harus bisa membawa perubahan model ekonomi secara struktural bagi Indonesia," kata Direktur Eksekutif IGJ Rachmi Hertanti di Jakarta, Kamis.

Ia mengingatkan bahwa kinerja perdagangan di tahun 2018 membukukan defisit terburuk di sepanjang lima tahun terakhir. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor khususnya tekanan perekonomian global. Namun, lanjutnya, IGJ menilai penurunan kinerja perdagangan Indonesia di sepanjang 2018 bukan sekedar persoalan kasuistis yang dipengaruhi oleh kondisi global semata, tetapi ini juga merupakan efek jangka panjang dari ketidakmampuan menyusun strategi penguatan ekonomi nasional atas dampak dari kebijakan ekonomi terbuka.

Rachmi berpandangan bahwa persoalan yang melingkupi kebijakan perdagangan Indonesia merupakan konsekuensi dari pilihan model ekonomi yang dipilih oleh Pemerintah Indonesia pasca-1967, di mana pembangunan ekonomi lebih bertumpu pada investasi asing dan ekstraksi sumber daya alam.

"Sudah saatnya untuk Pemerintah Indonesia ke depan segera mengkaji kembali strategi kebijakan ekonomi terbuka yang dipilih selama ini," tegasnya.(ant)

Baca Juga


Berita Terkait

Daerah / Warga Pamekasan Deklarasi Tolak Kerusuhan

Politik / Fadli Zon Dukung Pembentukan Pansus Kerusuhan Mei

Hukum / 67 Pelaku Kerusuhan 22 Mei Masih Anak-Anak


Baca Juga !.