Raket

Klub Bulutangkis Musica Andalkan Ginting dan Jojo

Redaktur: Maximus thomas woda Wangge
Klub Bulutangkis Musica Andalkan Ginting dan Jojo - Raket

Anthony Sinisuka Ginting. Foto : BADMINTONINDONESIA.ORG

INDOPOS.CO.ID - Klub bulutangkis Musica sangat percaya diri mempertahankan mahkota tim putra Superliga 2019 di gelar di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Bandung, Jawa Barat, 18-24 Februari 2019. Musica boleh percaya diri karena diperkuat sejumlah bintang. Sektor tunggal ada dua pemain pelatnas, yakni Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie. Musica juga memboyong tiga pemain asing Lee Yong Dae (Korea Selatan), Kim Sa Rang (Korea Selatan), serta Sai Praneeth (India). 

Sebagai informasi, Superliga adalah turnamen beregu yang menggunakan format Piala Thomas dan Uber yang mempertandingkan tiga partai tunggal dan dua partai ganda. Namun, di Superliga klub diperbolehkan memakai pemain asing dengan syarat, yaitu hanya boleh bermain di tiga partai saja. Mekanismenya, satu di partai tunggal dan dua di nomor ganda.

"Tahun ini kami menjadi unggulan pertama. Empat tahun juara beruntun, kami tetap ingin mempertahankan gelar. Namun, kami tetap selalu waspada dengan tim lain," kata Manajer Efendy Wijaya kepada awak media di Jakarta, Jumat (1/2/2019).

Menilik hasil drawing, Musica tergabung di Grup A bersama Sports Affairs, Daihatsu Astec, Berkat,  dan Berkat Abadi. Sementara Grup B dihuni Jaya Raya Jakarta, Djarum Kudus, Jatim United, serta Hitachi.

Di atas kertas, Musica diprediksi mampu melaju ke empat besar. Namun, mereka harus tetap waspada karena lawan dari Grup B terbilang berat, yakni musuh bebuyutan Djarum Kudus dan Jaya Raya yang juga diperkuat sejumlah pemain andal. Meski demikian, Efendy yakin timnya mampu melewati halangan tersebut.

Tak kalah gengsi, Jaya Raya juga memboyong pemain papan atas, sebut saja Tommy Sugiarto, Marcus Fernaldi Gideon, Muhammad Rian Ardianto, Hendra Setiawan, dan Markis Kido. Mereka juga menggunakan jasa pemain asing Nguyen Tien Minh.

Berbeda dengan Musica dan Jaya Raya, Djarum Kudus memilih memaksimalkan kekuatan lokal. Mereka yakin, timnya bisa kompetitif meski tak diperkuat bintang asing.

"Kami optimistis menjadi juara. Memang kami tetap berharap banyak dari Kevin. Soal pasangannya nanti dilihat situasi dan kondisi. Bisa juga dipasangkan dengan Mohammad Ahsan atau lainnya," kata  Pelatih Djarum Christian Hadinata.

Ketua Panitia Penyelenggara Achmad Budiharto mengatakan, Superliga tahun ini mengalami peningkatan hadiah. Bila sebelumnya memperebutkan Rp 3,5 miliar, tahun ini hadiah total yang disajikan adalah Rp 4,25 miliar.

"Bersyukur tahun ini banyak sekali perbedaan. Selain jumlah total hadiah, kami juga meningkatkan subsidi kepada klub. Sebelumnya, subsidi hanya Rp 50 juta, sekarang sudah Rp 60 juta. Itu cukup buat kebutuhan akomodasi para atlet dan lainnya," paparnya.(bam)

Berita Terkait

Raket / Ayo Benahi Fisik Anthony

Indosport / Superliga 2019, Putri Jaya Raya Jejak Semifinal

Bulutangkis / Gagal ke Final, Jonatan Mohon Maaf

Raket / Kalah dari Wan Ho, Lagi-Lagi Anthony Tersungkur


Baca Juga !.