Kesra

Pembangunan Tata Ruang Harus Perhatikan Peta Rawan Bencana

Redaktur: Ali Rahman
Pembangunan Tata Ruang Harus Perhatikan Peta Rawan Bencana - Kesra

Presiden Joko Widodo memberikan keteranganya saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Bencana tahun 2019 yang diselenggarakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (2/2/2019). Foto: Dok. BNPB

INDOPOS.CO.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, perencanaan rancangan dan pembangunan tata ruang harus memperhatikan peta rawan bencana. Dalam rangka mitigasi bencana dengan melihat siklus bencana yang selalu berulang.

"Lokasi bencana sering di tempat yang sama. Misalnya di NTB, daerah yang dilanda gempa pada tahun 2018 ternyata juga pernah terjadi pada tahun 1978. Gempa di Palu juga sama terjadi sebelumnya," ujar Jokowi dalam keterangan tertulisnya di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (2/2/2019).

Setiap rancangan pembangunan harus dilandaskan pada aspek pengurangan risiko bencana. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) harus paham hal ini, di mana daerah yang boleh dan tidak boleh diperbolehkan.

"Rakyat betul-betul dilarang untuk masuk ke dalam tata ruang yang memang sudah diberi tanda merah. Mereka harus taat dan patuh kepada tata ruang," terang Jokowi.

Selain itu, ia berpesan Bappenas dan Bappena agar merancang jalur evakuasi dan bangunan untuk melakukan penyelamatan dari tsunami. "Kita harus mengkonsolidasikan dan mengkoordinasikan semua kekuatan yang dimiliki untuk mengantisipasi bencana alam di Indonesia," pesannya. (dan)

Berita Terkait

Headline / BNPB Bentuk Tim Khusus Kebencanaan

Headline / BNPB Terus Berikan Pengetahuan Risiko Bencana

Headline / Anak-anak Jadi Korban Tanah Longsor di Sukabumi

Nasional / Dampak Gempak Lombok, Sembilan Orang Alami Luka Sedang

Nasional / Mau Mudik, Perhatikan Peta Rawan Bencana Ini


Baca Juga !.