Kesra

Siswa SMK Mambaul Ulum Bata-Bata Ciptakan Bahan Bakar dari Plastik, Inisiatif karena Prihatin Sampah Menumpuk

Redaktur: Ahmad Nugraha
Siswa SMK Mambaul Ulum Bata-Bata Ciptakan Bahan Bakar dari Plastik, Inisiatif karena Prihatin Sampah Menumpuk - Kesra

PROSES PEMBAKARAN-Abd. Kholik, siswa SMK jurusan teknik sepeda motor (TSM) mempraktikkan cara pembuatan bahan bakar dari sampah, belum lama ini. Foto: Anis Billah/RadarMadura/INDOPOS GRUP

INDOPOS.CO.ID - Siswa SMK Mambaul Ulum Bata-Bata terus berupaya mengembangkan keterampilan. Melalui pengetahuan yang dimiliki, mereka mencoba memanfaatkan potensi lingkungan untuk menghasilkan sesuatu yang lebih berharga. Yakni, menciptakan bahan bakar dari sampah plastik.

ANIS BILLAH, Pamekasan

CUACA di Desa Panaan, Kecamatan Palengaan, Pamekasan, belum lama ini terlihat lebih cerah. Jalan menuju Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata (Muba) penuh dengan banner kegiatan Pekan Ngaji 4. Hilir mudik kendaran roda dua dan empat meramaikan jalan menuju salah satu pesantren terbesar di Pulau Madura itu.

Tepat di halaman madrasah ibtidaiyah berdiri tenda-tenda persegi. Tempat tersebut cukup ramai dengan penjual. Berbagai jenis dagangan diperjualbelikan. Di antaranya pakaian, berbagai jenis buku dan makanan serta pameran hasil kreativitas santri.

RadarMadura.id menghampiri salah satu stan yang berdiri paling selatan menghadap ke arah timur. Di bawah stan itu terdapat mesin rangkaian. Di depannya terdapat meja berjejer. Terlihat tiga siswa sedang santai berpakaian layaknya santri.

Tak lama kemudian, koran ini disapa siswa yang memakai kaus biru. Namanya Abd Kholik. ”Semua yang dipajang di sini merupakan hasil dari teman-teman (santri). Kami tampilkan di sini untuk memeriahkan Pekan Ngaji 4,” katanya sambil membetulkan posisi kopiah yang miring.

Kemudian Kholik memeragakan salah satu hasil kreasi siswa jurusan teknik sepeda motor (TSM) SMK Muba. Yakni bahan bakar dengan bahan dasar sampah plastik. Dia menuangkan BBM ke meja, lalu membakarnya.

Siswa kelas XII tersebut menjelaskan proses pembuatan bahan bakar yang terbuat dari sampah plastik. Prosesnya cukup sederhana. Sampah plastik dibakar dalam tabung yang sudah dirancang. Membutuhkan api yang cukup besar agar plastik benar-benar terbakar.

Tiga tabung yang digunakan untuk proses pembakaran. Tabung pertama untuk menampung sampah plastik. Tabung kedua untuk tempat api. Sedangkan tabung terakhir berfungsi untuk penampungan uap dari hasil pembakaran plastik.

”Tabungnya kami ambil dari bekas tabung AC mobil. Untuk membakar plastik, kami menggunakan oli bekas karena efisien. Untuk menghasilkan api besar dibantu dengan tekanan angin dari blower,” terangnya, Rabu (6/2/2019).

Dari hasil pembakaran sampah plastik itu secara otomatis uapnya akan masuk ke dalam tabung terakhir. Di tabung tersebut sudah diatur bahwa uap yang bagus berada di atas. Sedangkan uap yang jelek posisinya di bawah.

Uap yang bagus bisa menjadi bahan bakar sejenis bensin. Sedangkan uap yang jelek berubah menjadi solar. Namun, bahan bakar yang dihasilkan belum sempurna. Sebab, alat-alat yang digunakan terbatas.

”Kami sudah melakukan uji coba ke kendaraan, baik roda dua dan empat. Hasilnya, mesin menyala seperti biasa, tapi knalpotnya keluar asap hitam. Kami perlu memperbaiki alat-alatnya agar hasilnya lebih sempurna,” ungkap siswa asal Desa Montorna, Kecamatan Pasongsongan, Sumenep, tersebut.

Sementara Ach. Fauzi Wahyudi menjelaskan awal mula munculnya inisiatif tersebut. Ide muncul atas keresahan sampah-sampah yang menumpuk di sekitar pesantren. Dia bersama teman-temannya mencoba mencari jalan keluar agar sampah bisa dimanfaatkan.

”Kebetulan dari sekolah kami diminta untuk memberikan pertunjukan pada kegiatan Pekan Ngaji 4. Setelah kami berembuk dengan teman-teman yang lain, akhirnya muncul ide untuk memanfaatkan sampah plastik menjadi bakar bakar minyak,” terangnya.

Hasil kreativitas itu tidak langsung berhasil. Berkali-kali dilakukan uji coba selalu gagal. Dia menyadari untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat perlu kesabaran. ”Setelah belasan kali kami melakukan uji coba akhirnya berhasil,” tukas siswa kelas XII itu. (mr/luq/bas/JPR)

TAGS

Berita Terkait


Baca Juga !.