Ekonomi

BTN Patok KPR Rp 7 Triliun

Redaktur: Jakfar Shodik
BTN Patok KPR Rp 7 Triliun - Ekonomi

OPTIMISTIS – Dirut BTN Maryono (dua kiri) kala membuka lndonesia Properti Expo (IPEX) 2019 di JCC, Jakarta. FOTO : DEWI/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - PT Bank Tabungan Negara (BBTN) tetap optimistis mencapai target kredit baru Rp 6 Triliun. Itu akan didapat dengan memaksimalkan pameran lndonesia Properti Expo (IPEX) 2019. Ajang itu hasil kolaborasi dengan PT Adhouse Clarion Events dan didukung penuh DPD REI DKI Jakarta.

Vice President Director PT Adhouse Clarion Events Gad Permata mengaku optimistis bisnis properti khususnya untuk penjualan rumah sebagai hunian masih sangat tinggi. Tahun ini, keyakinan berinvestasi properti masih cukup baik mengingat angka kebutuhan rumah masih tinggi karena belum terpenuhi atau backlog. ”Kami optimistis pameran properti setiap tahun mendapat respon positif pengunjung,” tutur Gad di Jakarta, Rabu (6/2/2019).

Pameran properti itu juga membantu kebutuhan hunian sebagai solusi mengatasi backlog penyediaan beragam jenis produk real estate di Indonesia. Tentu, hal tersebut membuat optimisme untuk terus membantu mendukung pergerakan pertumbuhan properti melalui sarana pameran. ”Kami dukung penuh,” imbuhnya.

Jumlah pengunjung IPEX tahun ini ditargetkan mencapai 350 ribu orang. Setiap pengunjung tidak dikenakan biaya dan berhak mengikuti undian berhadiah Satu unit Daihatsu Ayla di akhir pameran.

Executive Vice President Non-subsidized and Consumer Lending Division PT Bank BTN Suryanti Agustinar mengaku pihaknya mematok kucuran kredit kepemilikan rumah Rp 7 triliun bagi kalangan milenial, melalui program KPR Gaess pada 2019. ”Karena, market kami kan ada di rentang usia 21-35 tahun, atau umur produktif yang sedang butuh hunian,” ucapnya.

Untuk properti, rumah atau apartemen dengan harga di bawah Rp 500 juta masih menjadi favorit. Pada pameran kali ini, masih ada rumah subsidi Rp 130 juta ke bawah, apartemen kebanyakan mencari Rp 300-400 juta, dengan lokasi dekat LRT, dan TOD. Mayoritas lokasi Jabodetabek, Bogor, Bekasi, dan Tangerang.

Suryanti berharap kondisi pasar setelah pemilu bisa lebih bagus dari tahun sebelumnya. Prospek tahun ini lebih bagus, infrastruktur juga berdampak pada perkembangan sektor ptoperti. Kami optimistis pemerintah menjanjikan kenaikan-kenaikan gaji jadi daya beli bisa lebih bagus,” tegasnya. (dew)

Baca Juga


Berita Terkait

Ekonomi / Pembentukan Jiwasraya Putra Masih Dikaji

Ekonomi / Tingkatkan Kualitas Pengembang Perumahan

Ekonomi / Kejar Target DPK Lembaga, Perkuat Dana Korporasi

Ekonomi / BTN Realisasikan Kredit Rp 523 Triliun

Ekonomi / IPEX 2019, Optimistis Dulang Rp 6 Triliun


Baca Juga !.