Nasional

Kondisi Politik Eknomi Jangan Ganggu Basarnas

Redaktur: Nurhayat
Kondisi Politik Eknomi Jangan Ganggu Basarnas - Nasional

KOORDINASI - Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah selaku Ketua Tim Pengawasan (Timwas) Penanggulangan Bencana Nasional DPR RI melakukan kunjungan ke Gedung Badan SAR Nasional (Basarnas), di Jakarta, Kamis (7/2/2019). Foto : Charlie Lopulua/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah menekankan agar Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) jangan sampai terganggu oleh kondisi politik dan ekonomi. Lembaga yang lebih dikenal Badan SAR Nasional (Basarnas) itu harus terus membesar.

Fahri Hamzah beserta rombongan diterima oleh Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Bagus Puruhito dan jajarannya untuk membahas penyelamatan bencana yang kerap terjadi di Indonesia. Fahri selaku Ketua Tim Pengawasan (Timwas) Penanggulangan Bencana Nasional DPR RI menjelaskan, kunjungannya untuk menguatkan koordinasi terkait penanganan bencana di Indonesia. ”Lepas dari kondisi politik dan ekonomi, karena ini (Basarnas, Red) adalah lembaga yang sangat penting dalam kebencanaan,” ungkapnya di Gedung Basarnas Jalan Angkasa, Jakata Pusat, Kamis (7/2/2019).

”Basarnas ini juga harus terintegrasi dengan lembaga lain, seperti TNI, Polri, kepada elemen masyarakat, dan bahkan nanti harus ada dalam kurikulum kita peran dari Pramuka. Lalu diujung ada BNPB yang lebih permanen kerjanya dalam jangka panjang,” tambahnya.

Lembaga-lembaga tersebut, menurut Fahri, harus terintegrasi dalam satu tugas yang membuat semakin solid ke depannya. ”Itu tujuan kita nanti. Dan mudah-mudahan hasil pengawasan kita (DPR RI, Red) bisa mendatangkan rekomendasi penyempurnaan, baik regulasinya maupun lembaganya ke depan,” kata Fahri.

Fahri menjelaskan, tugas timwas DPR periode ini adalah membuat peta dan rekomendasi supaya pejabat yang akan datang tidak memulainya dari nol. ”Dengan demikian, bangsa ini ada progresif. Hari lima, besok enam, tahun berikutnya tujuh dan seterusnya, sampai kita dapat angka maksimal,” terangnya.

Terkait peningkatan kewaspadaan nasional, Fahri mengaku, hal ini harus menjadi milik semua orang. Apalagi, masyakarat Indonesia ini hidup di atas kerak bumi yang bergerak. ”Jadi sadar lah kita bahwa kalau ada apa-apa, hati-hati juga. Nah, ini bagian dari kurikulum dan nantinya Basarnas juga memberikan kontribusinya untuk menyampaikan kepada masyarakat,” kata anggota DPR dari dapil NTB itu.

Kepala Basarnas, Marsekal Madya Bagus Puruhito menyampaikan, tentang perlunya penambahan personel, mengingat negara Indonesia sangat besar dan memiliki banyak pulau. Menurut catatan, kata Bagus, anggaran BNPP tahun 2019 mengalami penurunan sebesar hampir Rp 300 miliar dibanding tahun lalu di tengah bencana yang makin mengancam baik dari gunung berapi, air (banjir dan laut), kebakaran hutan, ketidakteraturan musim, kecelakaan transportasi dan gesekan lempeng bumi. (aen)

 

Berita Terkait

Headline / Terorisme Menjamur, DPR Evaluasi BIN dan Polri

Nasional / Penanganan Bencana, DPR Dorong Perppu

Nasional / DPR Kritisi Kesejahteraan 439 Ribu Honorer

Nasional / “Bisa Ada Penyusupan dari WNA”

Nasional / ICW Luncurkan Platform Digital Rekam Jejak Anggota DPR RI


Baca Juga !.