wisata

Sensasi Melangkah di Bibir Kawah

Redaktur: Sicilia
Sensasi Melangkah di Bibir Kawah - wisata

HIJAU-Untuk bisa sampai ke lokasi wisata Kawah Gunung Mahawu, wisatawan harus mendaki perbukitan sekitar 10 menit. Foto: Istimewa

INDOPOS.CO.ID - Untuk sampai ke lokasi wisata Kawah Gunung Mahawu di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, wisatawan yang datang harus mendaki gunung. Kalau biasanya untuk mencapai puncak butuh waktu pendakian yang panjang, kali ini tidak.

Hanya butuh 10 menit untuk sampai di kawah Gunung Mahawu. Apalagi, wisatawan tinggal mendaki anak tangga untuk segera tiba ke destinasi wisata yang satu ini.

Ada juga pondok untuk singgah sebentar, jika kelelahan saat mengarungi anak tangga ini. ''Udara disini sangat sejuk. Kalau malam hari, suhu udara malah bisa turun hingga ke 24 derajat celcius,'' kata Iwan, salah satu pengunjung, Kamis (7/2/2019).

Kawah gunung ini menyajikan pemandangan alam yang indah. Seperti pemandangan jelas kawah Gunung Lokon, Gunung Manado Tua, Pulau Bunaken, Kota dan teluk Manado, Gunung Klabat, Danau dan Kota Tondano, serta Kota Tomohon.

Jika wisatawan mengelilingi jalan setapak di bibir kawah, akan ada sensasi tersendiri mengitari kawah nan luas ini. Untuk mengelilingi bibir kawah ini, jalan setapak telah dibeton. Sehingga tak sulit bagi wisatawan untuk menempuhnya.

Hanya saja, wisatawan harus menerobos alang-alang yang tinggi untuk bisa membelah lintasan ini. Wisawatan bisa menikmati pemandangan dari gardu yang dibangun di pinggir kawah.

Selain melihat kedalaman kawah, pengunjung juga bisa berjalan mengelilingi pinggiran kawah untuk menikmati pemandangan sekitar.

Kawah ini terjadi saat Gunung Stratovolcano Mahawu pertama kali meletus pada tahun 1789. Orang Minahasa menyebut Mahawu karena sering mengeluarkan abu atau dalam bahasa Tombulu disebut Roemengas.

Letusan kembali terjadi pada 1977, 1994, dan 1999. Letusan terakhir inilah yang membuat air kawah yang berwarna hijau belerang lenyap seketika.

Meski demikian, bau belerangnya masih tercium bersamaan dengan semilirnya angin bertiup. Jika ke sini, wisawatan bisa menggunakan mobil dan motor.

Akses jalan telah aspal, dengan kondisi jalan menanjak berkelok-kelok. Ada pos penjaga untuk parkir kendaraan baru kemudian menapaki anak tangga. (dew)

 

Berita Terkait

wisata / Puri Tri Agung, Destinasi Wisata Budaya dan Religi

wisata / Indahnya Sunset di Pasir Timbul Meko

wisata / Menara Pakaya, Magnet Baru Gorontalo

wisata / Rencanakan Perjalanan Romantismu ke Sini

wisata / Danau Eksotik di Atas Bukit

wisata / Kampung China, Kental Nuansa Oriental


Baca Juga !.