Internasional

Seorang Pelajar Tiongkok Dipenjara akibat Memotret Pangkalan Angkatan Laut AS

Redaktur: Dani Tri Wahyudi
Seorang Pelajar Tiongkok Dipenjara akibat Memotret Pangkalan Angkatan Laut AS - Internasional

Ilustrasi Fasilitas intelijen pertahanan utama Amerika Serikat di Florida. FOTO.IST

INDOPOS.CO.ID - Seorang pelajar berusia 20 tahun di Tiongkok dijatuhi hukuman satu tahun di penjara federal. Ia dinyatakan bersalah atas pengambilan gambar secara ilegal di fasilitas intelijen pertahanan utama Amerika Serikat di Florida.

Seorang hakim federal di Key West memberi Zhao Qianli hukuman maksimum setelah pembelaan bersalahnya pada Selasa (5/2/2019) atas sebuah foto instalasi pertahanan. Pengacara Zhao, Hongwei Shang, menolak berkomentar kepada CNN ketika dihubungi melalui telepon pada hari Rabu malam (6/2/2019).

Menurut dokumen pengadilan, Zhao memasuki properti militer Satuan Tugas Gabungan Antaragensi Selatan, yang terletak di Naval Air Station Key West, pada 26 September tanpa izin dengan mengelilingi garis pagar utama instalasi, dan memasuki properti militer dari pantai.

Berdasarkan dokumen pengadilan, setelah membersihkan garis pagar utama pangkalan, Zhao langsung menuju area yang berisi berbagai piringan satelit dan antenna-antena yang disebut the Farm. “Zhao mengambil video dan beberapa foto peralatan di Farm,” ungkap pengadilan.

Menurut dokumen tersebut, pada garis pagar instalasi utama terdapat beberapa tanda yang menyatakan bahwa area Farm merupakan area terlarang dan tanda diarang masuk seperti halnya pada garis pagar sekunder di sekitar Farm. Dokumen pengadilan tidak memberikan indikasi khusus apakah Zhao berusaha melakukan spionase.

Sebuah video Angkatan Laut Amerika menyebut fasilitas Key West sebagai salah satu pusat penyatuan intelijen terkemuka di dunia. “Fasilitas tersebut melacak lebih dari 1.000 target yang dicurigai setiap hari, mengubah gambar-gambar intelijen menjadi program realitas virtual,” ungkap Angkatan Laut.

Pusat intelijen tersebut memantau lebih dari 42 juta mil persegi permukaan Bumi untuk mendeteksi ancaman terhadap keamanan negara, termasuk pengiriman narkotika dari Amerika, menurut video itu. Personil dari lima cabang militer Amerika ditambah perwakilan dari 13 negara lain bekerja di fasilitas itu.

Menurut afiliasi CNN, WFOR, Zhao berada di Amerika Serikat untuk belajar musikologi sebagai bagian dari program pertukaran musim panas dari North University di Tiongkok.

Hukuman untuk Zhao terjadi ketika pejabat AS mengklaim Tiongkok terlibat dalam upaya yang gigih dan agresif terhadap bisnis Amerika dan lembaga pemerintah. Kedua negara mengadakan pembicaraan perdagangan yang bertujuan mengurangi kekhawatiran Amerika atas praktik perdagangan Beijing. Namun, selama enam bulan terakhir ketegangan terjadi antara kedua negara telah menyebar ke area militer, politik dan diplomatik.

Para pejabat, analis, dan para ahli di Amerika mengatakan kepada CNN dalam sebuah laporan pekan lalu bahwa Beijing berupaya mengacaukan industri-industri di Amerika, mencuri rahasia-rahasia Amerika dan pada akhirnya akan mengurangi pengaruh Amerika di dunia sehingga pemerintah Tiongkok dapat menjalankan agendanya sendiri.

Pemerintah Tiongkok telah berulang kali mengatakan mereka bermaksud baik dalam interaksinya dengan Amerika. "Saya tidak tahu dari mana rasa tidak aman yang besar ini berasal," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Geng Shuang pada 30 Januari.

"Tiongkok telah secara konsisten mendukung pembentukan konsep keamanan baru tentang keberlanjutan dan kerja sama,” lanjut Shuang. Berdaarkan para ahli, terdapat sekitar 350.000 orang dari Tiongkok belajar di AS setiap tahun. Pejabat intelijen saat ini dan yang sebelumnya mengatakan kepada CNN mereka semua tetap berpaku pada pemerintah Tiongkok dalam beberapa hal, bahkan jika sebagian besar tidak dikirim ke Amerika untuk memata-matai.

"Tidak ada perbandingan pada luas dan lingkup ancaman Tiongkok yang dihadapi Amerika saat ini, karena mereka secara aktif berusaha untuk menggantikan Amerika secara global," ujar Senator Republik, Marco Rubio, pada CNN di Florida. (fay)

Berita Terkait


Baca Juga !.