Internasional

Kontes Kecantikan Miss Curvy Uganda Tuai Kecaman

Redaktur: Dani Tri Wahyudi
Kontes Kecantikan Miss Curvy Uganda Tuai Kecaman - Internasional

Ilustrasi mahkota Miss Curvy Uganda.FOTO:IST

INDOPOS.CO.ID - Sebuah petisi online meminta Kementerian Pariwisata, Margasatwa, dan Purbakala Uganda untuk membatalkan rencananya untuk mengadakan kontes kecantikan Miss Curvy Uganda.

Petisi tersebut muncul setelah komentar dari Menteri Negara Pariwisata Uganda, Godfrey Kiwanda, pada acara peluncuran kontes di Kampala pada hari Selasa. Ia mengatakan, perempuan di negara itu harus digunakan sebagai strategi untuk meningkatkan sektor pariwisata. "Kami telah secara alami diberkahi perempuan-perempuan cantik yang terlihat luar biasa," ucap Kiwanda. "Mengapa kita tidak menggunakan orang-orang ini sebagai strategi untuk mempromosikan industri pariwisata kita?" lanjutnya.

Kontes tersebut merupakan bagian dari inisiatif Tuulambule milik kementerian yang bertujuan untuk menyoroti tempat-tempat wisata Uganda. "Acara ini diselenggarakan untuk mengenali dan mengakui perempuan Uganda yang besar, berani, dan cantik,” ucap sebuah pernyataan di situs kementerian. Perempuan berlekuk kini telah ditambahkan ke daftar tempat wisata yang juga mencakup taman nasional, margasatwa, dan air terjun spektakuler.

Tidak mengherankan bahwa saran soal perempuan yang digunakan untuk menarik wisatawan asing telah menerima kecaman luas di media sosial, pada media lokal dan dari sesama menteri dari kabinet Uganda.

Menteri Etika dan Integritas, Pdt. Fr. Simon Lokodo, telah meminta Kementerian Pariwisata untuk memamerkan beragam tempat wisata di Uganda alih-alih mempermalukan negara. "Saya benar-benar mengutuk kontes itu dan saya ingin itu dihentikan," kata Lokodo dalam sebuah wawancara dengan Record TV Uganda. "Ini tidak adil untuk perempuan, dan anak-anak perempuan yang tumbuh dewasa karena hal itu sangat menghina mereka," ucap Lokodo tegas.

Petisi tersebut dibuat oleh Primrose Murungi, seorang perempuan Uganda, yang mengatakan bahwa dia secara pribadi merasa diserang oleh komentar menteri dan kontes tersebut. Murungi menggambarkannya sebagai penghinaan dan bentuk objektifikasi perempuan. "Ini tidak adil," tulisnya. "Di negara di mana wanita dicengkeram oleh laki-laki saat berjalan dan sekarang mereka telah melegalkannya dengan menjadikan mereka sebagai tempat wisata," tukas Murungi.

Sektor pariwisata menghasilkan sekitar USD 750 juta dalam kontribusi langsung terhadap PDB Uganda, menurut 2018 forecast oleh World Travel & Tourism Council (WTTC). Menurut penyelenggara, para finalis kontes akan dipilih pada bulan Juni. Tetapi belum jelas apakah kontes tersebut akan tetap berlanjut, mengingat kontroversi yang ditimbulkan. Kementerian Pariwisata belum memberikan pernyataan secara terbuka sejak pernyataan menteri tersebut pertama kali dilaporkan.

Insiden tersebut menandai kedua kalinya dalam beberapa minggu bahwa para pemimpin pria Uganda telah membuat komentar yang diduga meremehkan wanita. Pada Desember, Presiden Yoweri Museveni mengkritik Quinn Abenakyo, pemenang kontes kecantikan Miss World Afrika karena mengenakan rambut orang India. "Kita harus menunjukkan keindahan Afrika dalam bentuk aslinya," tulis Museveni di tweeter. (fay)

Berita Terkait


Baca Juga !.