Internasional

Penyelidikan Khashoggi Tak Transparan, Turki Tuding Arab Saudi Rusak Kredibilitasnya Sendiri

Redaktur: Dani Tri Wahyudi
Penyelidikan Khashoggi Tak Transparan, Turki Tuding Arab Saudi Rusak Kredibilitasnya Sendiri - Internasional

KRITIS-Presiden Turki Tayyip Erdogan.FOTO: Business Insider

INDOPOS.CO.ID - Seorang ajudan Presiden Turki Tayyip Erdogan menyatakan tidak adanya transparansi dari pejabat Arab Saudi dalam penyelidikan pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi sangat memprihatinkan. Kondisi itu dinilai merusak kredibilitas Arab Saudi.

Khashoggi, orang dalam kerajaan yang menjelma menjadi pengkritik Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman dan mulai munulis untuk Washington Post, tewas di dalam konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober lalu oleh tim operasi Saudi, menuai kemarahan internasional sekaligus mencoreng citra putra mahkota.

Setelah membuat sejumlah pernyataan kontradiksi tentang nasib Khashoggi, Riyadh mengatakan bahwa Khashoggi dibunuh dan jasadnya dimutilasi saat perundingan untuk membujuknya pulang ke Arab Saudi tidak membuahkan hasil.

Direktur komunikasi Erdogan, Fahrettin Altun, mengatakan serangkaian "bantahan palsu" dari pejabat Saudi menimbulkan ketidakpastian pada sejumlah masalah sekitar kasus tersebut.
"Selama empat bulan terakhir, pihak berwenang Saudi kurang terbuka dalam urusan mereka dengan mitranya Turki dan komunitas internasional," kata Altun (8/2/2019).

"Pihak berwenang Saudi harus mengekstradisi pembunuh Khashoggi ke Turki, tempat mereka melancarkan pembunuhan berencana, sebagai bukti iktikad mereka untuk menegakkan keadilan. Arab Saudi sebelumnya menolak permintaan ekstradisi Turki terhadap 11 tersangka, lima di antaranya menghadapi vonis mati di Arab Saudi.

Pada Kamis, penyelidikan terhadap kasus pembunuhan yang dipimpin PBB mengatakan bukti menunjukkan kejahatan sadis "direncanakan dan dilakukan" oleh para pejabat Saudi, menambahkan bahwa pejabat Saudi benar-benar mengacaukan dan menunda penyelidikan Turki.

Meskipun penyelidikan gabungan Turki dengan Saudi mengarah pada konsulat kerajaan di Istanbul, kediaman konsul dan sejumlah lokasi yang lain, namun keberadaan jasad Khashoggi masih belum diketahui.

Erdogan mengatakan pembunuhan Khashoggi atas perintah tingkat tertinggi kepemimpinan Saudi, namun Riyadh menyangkal tuduhan-tuduhan bahwa Putra Mahkota terlibat dalam pembunuhan tersebut. Altun mengatakan temuan-temuan Turki dalam kasus itu sejalan dengan temuan penyelidikan yang dipimpin PBB. Altun juga menuturkan bahwa Ankara berkomitmen untuk beker jasama dalam penyelidikan yang mungkin dilakukan oleh AS.

"Dunia sedang menyaksikan. Turki, bersama dengan semua negara yang meyakini demokrasi dan kebebasan, sedang mencari keadilan dan kebenaran," kata dia.(ant)

Berita Terkait

Internasional / Saudi Cela Pengakuan Trump Atas Dataran Tinggi Golan

Internasional / Koalisi Saudi, Luncurkan Serangan Udara Ke Yaman

Internasional / Kritik Kerajaan Saudi, Netflix Hapus Komedi Satir

Internasional / Arab Saudi Terus Prioritaskan Kemerdekaan Palestina

Internasional / Saudi Bayar Pembangunan Kembali Suriah

Nasional / Mendikbud: Perhatikan Potensi Anak Indonesia di Saudi


Baca Juga !.