Ekonomi

Mandiri Biayai Proyek Jalan Tol Probowangi

Redaktur: Jakfar Shodik
Mandiri Biayai Proyek Jalan Tol Probowangi - Ekonomi

KOMITMEN - Seorang Teller menghitung uang rupiah dan dolar Amerika Serikat di Bank Mandiri, Jakarta, Senin (7/1). Mandiri terlibat pembiayaan proyek tol Probolinggo-Banyuwangi. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/ama

INDOPOS.CO.ID - PT Bank Mandiri (BMRI) mengklaim akan bergabung dalam kredit sindikasi bernilai sekitar Rp 4 triliun. Bersama tiga bank lain, perusahaan akan menalangi pembebasan lahan proyek Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi), bagian lanjutan mega proyek Trans Jawa. ”Signing diteken pada semester pertama tahun ini,” tutur Senior Vice President Perbankan Korporasi Bank Mandiri Yusak L.S. Silalahi di Jakarta, Kamis (7/2/2019).

Dalam kredit sindikasi itu, Mandiri mengambil bagian 25 persen dari total pembiayaan yakni Rp 1 triliun. Tiga bank lainnnya yaitu PT Bank Negara Indonesia (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), dan PT Bank Central Asia (BBCA). ”Agenda ini sudah masuk pipeline,” tegas Yusak.

Kredit sindikasi itu akan dikucurkan kepada operator PT Jasamarga Persero (JSMR), melalui melalui anak usahanya PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi (JPB). Dalam keterangan resmi akhir Januari 2019 lalu, Jasamarga menyebut dana talangan untuk Probowangi akan dipakai untuk pembayaran ganti rugi tanah, terutama seksi Probolinggo dan sebagian wilayah Situbondo.

Jalan Tol Probowangi, nanti terbagi menjadi tiga seksi. Seksi I di Wilayah Probolinggo 31,2 kilometer (km), Seksi II di Wilayah Situbondo 109 km, dan Seksi III di Wilayah Banyuwangi 31,8 km. Ruas Tol Probowangi akan menjadi titik akhir jaringan jalan tol Trans-Jawa, dengan masa konsesi untuk pembangunan Tol Probowangi 35 tahun dengan dana investasi Rp 23,3 triliun.

Tahun lalu, Mandiri mengucurkan kredit Rp 15,9 triliun khusus untuk pembangunan jalan tol. Pembiayaan itu naik 108,1 persen dibanding akhir 2017 sebesar Rp15,7 triliun. Total keseluruhan komitmen kredit infrastruktur dari Mandiri tahun lalu sebesar Rp 285,4 triliun atau naik 29,3 persen secara year on year (yoy). (ant)

Baca Juga


Berita Terkait


Baca Juga !.