All Sport

Tiga Lifter Berburu Poin di Piala Raja Thailand

Redaktur: Maximus thomas woda Wangge
Tiga Lifter Berburu Poin di Piala Raja Thailand - All Sport

Lifter Indonesia. Foto : NET

INDOPOS.CO.ID - Lifter Indonesia memperkuat mental menghadapi Kejuaraan Internasional Piala Raja 2019 Thailand. Hal ini karena sejumlah jagoan kelas dunia dipastikan turut berpartisipasi.

Tiga lifter nasional akan kembali berburu poin menuju Olimpiade 2020 Tokyo. Mereka adalah Acchedya Jagaddhita (59 kg putri), Deni (67 kg putra), dan Triyatno (73 kg putra).

Menilik daftar pemain, Dea, sapaan karib Acchedya, mendapat tantangan paling berat. Ada dua rival mumpuni yang turut berpartisipasi. Salah satunya adalah Andoh Mikiko (Jepang) dan salah satu lawan yang sempat berlomba dengannya di di Kejuaraan Dunia 2018 Ashgabat pada November 2018.

Mikiko wajib menjadi perhatian. Saat di Ashgabat, ia masuk lima besar dengan total angkatan 224 kg (snatch 93 kg dan cleand & jerk 131 kg). Sementara Dea hanya mampu finis di ranking delapan dengan total angkatan 212 kg (snatch 96 kg dan cleand & jerk 116 kg).

Manajer Timnas Angkat Besi Indonesia Sonny Kasiran tak menampik dengan kenyataan tersebut. Dia menyebut, jajaran pelatih sudah mengantongi beberapa strategi agar para lifter mendapat hasil memuaskan. Tak hanya itu, mereka juga telah menyiasati kelemahan lawan.

"Iya kami tetap melawan. Andoh Mikiko itu kuat di angkatan clean & jerk, tapi lemah di snatch. Pelatih sudah menyiasati agar memaksimalkan angkatan snatch lebih dulu, clean & jerk mengikuti," kata  Sonny kepada media, Jumat (8/2/2019).

Bukan hanya Mikiko, Dea pun juga tetap harus mewaspadai lifter Korea Selatan Ham Eunji. Meski hanya keluar di peringkat 18 di Kejuaraan Dunia, negeri Gingseng tidak boleh dipandang sebelah mata. Mereka barangkali bisa membuat kejutan baru di Piala Raja EGAT.

"Kami memang harus pantau semuanya (lawan). Sebab, permintaan angkatan lawan itu bisa berubah kan. Makanya, saat pemanasan salah satu pelatih harus memantau hal itu," kata Sonny.

Serupa, Deni pun harus mewaspadai lifter India Jeremy Lalrinnunga. Meski terbilang junior, Lalrinnunga adalah peraih medali emas di Olimpiade Remaja 2018 Buenos Aires. Kala itu ia diturunkan di kelas 62 kg, tapi sudah mencatat total angkatan 274 kg.

"Iya Deni juga harus waspada terhadap lifter India tersebut. Termasuk juga Triyatno yang tentu waspada dari lifter Korsel. Yang jelas, pelatih akan berperan penting. Selain memantau permintaan angkatan lawan, pelatih juga bisa memprediksi kekuatan lawan saat pemanasan," ungkap Sonny.

Menyoal berat badan, dia menambahkan, ketiga atlet yang akan bertanding belum dalam kondisi yang ideal. Bobot ketiga masih berlebih, tapi dinilai bisa teratasi hari ini.

"Masih kelebihan 1 kg kurang, tapi tak masalah. Besok saat bangun tidur pasti turun karena itu bagian dari metabolisme," papar Sonny. (bam)

 

Berita Terkait

All Sport / Jalan Terjal Lifter Indonesia ke Tokyo


Baca Juga !.