Nasional

Pengelola Tol Jangan Hanya Kejar Profit

Redaktur: Nurhayat
Pengelola Tol Jangan Hanya Kejar Profit - Nasional

Ilustrasi pengendara motor berkendara di tol. Foto : IST

INDOPOS.CO.ID - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mendukung rencana pengelola jalan tol yang ingin membuka jalur khusus bagi kendaraan bermotor roda dua pada jalan tol. Pria yang kerap disapa Bamsoet ini menekankan sudah sepantasnya pengelola jalan tol tidak hanya mengejar profit namun juga memberikan solusi bagi persoalan yang dihadapi masyarakat. Hal itu disampaikan Bamsoet saat menerima Tito Sulistio CEO CMNP di DPR, kemarin.

Gagasan diperbolehkannya kendaraan motor roda dua beroperasi di jalan tol selama ini memang datang dari Bamsoet. Dasar gagasan itu bersumber dari volume kendaraan bermotor roda dua di Indonesia yang mencapai 120 juta unit. Hal ini menurutnya akan memberikan akses mudah bagi pesepeda motor untuk menempuh jalur cepat dari rumah dan ke tempat kerja.

”Pengelola jalan tol sepatutnya tidak hanya mengejar keuntungan semata tapi juga ikut memberi solusi terhadap kesulitan mayoritas rakyat kita yang masih tinggal di rumah-rumah BTN pinggiran kota dan hanya memiliki moda transportasi roda dua atau motor untuk bisa pulang pergi dari rumah ke tempat kerjanya di kota dengan tingkat keselamatan yang tinggi di jalur khusus tol karena satu arah dan kepastian waktu, karena mudah diprediksi,” ujar Bamsoet.

Dijelaskan Bamsoet, biaya untuk membangun ruas jalan tol untuk mobil 2-2-1 kanan kiri per-kilometer di atas tanah datar kurang lebih Rp 80-Rp 100 miliar per kilometer. Sedangkan biaya pembangunan untuk jalur khusus motor dengan lebar 2,5 meter plus 1 meter untuk bahu jalan kanan kiri kurang lebih Rp 30-Rp 50 miliar per kilometer. Jika mengacu tarif tol Bali Mandara untuk mobil Gol I Rp 11.500 dan untuk motor Rp 4.500, mengingat volume pengguna motor populasinya sangat besar.

Dari sisi keadilan, tambah Bamsoet. Jalur khusus bagi kendaraan bermotor roda dua di jalan tol, jelas memberikan asas keadilan bagi semua warga yang belum beruntung memiliki moda transportasi roda empat atau mobil untuk menikmati jalan tol. Begitu pula dari sisi keselamatan, juga sudah terbukti di Bali. Dengan memberikan jalur khusus motor roda dua itu, ternyata dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas kendaraan secara signifikan.

Bamsoet menekankan untuk lebih menjamin kenyamanan pengguna jalur khusus motor roda dua, jika perlu motor gede atau moge dilarang masuk tol khusus motor pada hari-hari kerja. Moge cukup diizinkan untuk melalui jalur motor di jalan tol pada hari libur saja. Sedangkan pada hari kerja biarlah kendaraan bermotor roda dua bermesin kecil saja yang diizinkan. Karena mereka berangkat kerja atau pulang kerja. Sedangkan moge biasanya hanya dipakai untuk keperluan rekreasi para penggemar di hari libur.

Tito, menurut Bamsoet, dalam pertemuan tersebut memaparkan Rencana jalan tol yang akan dibuka CMNP Group dalam waktu dekat ini. Pertama,  jalan tol dalam kota sepanjang 11 kilometer di kota Medan menyusuri talud sungai Deli dari Maimoon sampai ke Binjai yang akan dimulai pembangunannya pada Juni 2019 mendatang. Kedua, CMNP Group juga akan membuka tol baru dengan fasilitas jalur khusus kendaraan roda dua di Bandung sepanjang 14 km dari Pasir Koja ke Pasopati yang akan segera dimulai pada Maret 2019 tahun ini. (aen)

TAGS

Berita Terkait


Baca Juga !.