Megapolitan

Jawab Era Revolusi Industri 4.0, Bunda PAUD DKI: Bekali Anak 4 Kompetisi

Redaktur: Redjo Prahananda
Jawab Era Revolusi Industri 4.0, Bunda PAUD DKI: Bekali Anak 4 Kompetisi - Megapolitan

Ketua Ikatan Guru Bustanul Athfal (IGABA) DKI Jakarta Uni Suciati. Foto: Nasuha/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Menghadapi revolusi industri 4.0, sejak pendidikan anak usia dini (PAUD) anak-anak harus dikenalkan pembelajaran berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Bunda PAUD DKI Jakarta Fery Farhati mengatakan, anak-anak harus dibekali kompetensi abad 21.

"Kompetensi itu kreativitas, kemampuan berkomunikasi, kolaborasi dan berfikir kritis," beber Fery Farhati di Jakarta, Sabtu (9/2/2019).

Untuk mewujudkan itu, dikatakan istri Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini guru PAUD harus memiliki visi ke depan. Yakni mementingkan masa depan anak didik.

"Anak-anak itu sangat membutuhkan rasa aman, bahagia dan ceria serta keterlibatan," katanya.

Ketua Ikatan Guru Bustanul Athfal (IGABA) DKI Jakarta Uni Suciati mengatakan, guru PAUD harus dilatih pengetahuan IPTEK. Saat ini peralatan IT yang baru tersedia di PAUD baru 15 persen.

"PAUD di DKI ada 109. Untuk gedung sudah ada, hanya peralatan yang masih kurang," katanya.

Ia menyebutkan, guru PAUD di DKI mendapatkan pelatihan sertifikasi. Sedikitnya baru 30 persen guru tersertifikasi. "Setiap bulan guru mendapatkan bantuan Rp.500 ribu yang dicairkan per tiga bulan dan uang sertifikasi sebesar Rp.1,5 juta dari pusat," ujarnya.

Menjawab hal itu, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UHAMKA Desvian Bandarsyah mengatakan, pendidikan PAUD harus kuat. Karena dituntut menciptakan generasi yang memiliki kompetensi di masa depan. Terlebih tantangan era globalisasi yang menuntut persaingan bebas.

"Kita harus memberikan ruang pendidikan untuk PAUD agar terus berkembang dari waktu ke waktu," ujarnya.

Menghadapi bonus demografi, menurutnya sumber daya manusia (SDM) harus dipersiapkan. Karena, bila tidak bonus demografi bisa menjadi beban masyarakat. "Bonus demografi dengan solusi itu bisa menjadi lokomotif pembangunan di Indonesia," katanya. (nas)



Berita Terkait


Baca Juga !.