Internasional

Karakul, Danau Hantu Diburu Kaum Petualang

Redaktur: Jakfar Shodik
Karakul, Danau Hantu Diburu Kaum Petualang - Internasional

MENANTANG – Petualang tertantang menaklukkan Danau Karakul. Foto BBC

INDOPOS.CO.ID - Danau Karakul hampir merupakan versi Asia Tengah dari Laut Mati berkadar garam tinggi di Timur Tengah. Namun, fakta itu tidak menghentikan pengunjung mencoba untuk berlayar.

Danau itu berada pada ketinggian sekitar 4.000 meter di tengah pegunungan Pamir Tajikistan. Danau Karakul lebih tinggi dari danau terkenal Amerika Selatan, Titicaca. Empang raksasa itu dibekali luas sekitar 380 km persegi dan kedalaman hingga 230 meter. Berada di lengkungan kawah, Danau Karakul dibentuk sebuah meteorit yang menghantam Bumi sekitar 25 juta tahun lalu. Dikelilingi pegunungan bersalju dan dataran tinggi gurun pasir, danau Karakul dapat dicapai melalui Jalan Raya Pamir.

Kartografer Inggris dilabeli Danau Victoria. Lalu, berubah menjadi Kara Kul atau Danau Hitam oleh Soviet. Menurut laporan BBC, danau itu sebetulnya berubah warna sepanjang hari. Mulai warna pirus dan zamrud menjadi biru kobalt. Itu daya tarik utama para wisatawan pemberani melakukan perjalanan melintasi Asia Tengah. Kota-kota terdekat adalah Murghab di Tajikistan atau Osh melintasi perbatasan di Kirgistan.

Danau spektakuler namun tidak bernyawa itu dikelilingi endapan garam. Danau itu tidak memiliki aliran keluar dan merupakan salah satu tempat paling asin di Asia. Saking padatnya kandungan garam danau itu, tidak terdapat kehidupan selain batu loach, jenis ikan air tawar dapat hidup di danau berpasir. Namun, dataran basah dan pulau-pulau berawa di danau itu menarik mayoritas kawanan burung untuk bermigrasi. Misalnya, burung nasar Himalaya dan sandgrouse Tibet. Selain itu, hampir tidak mungkin menavigasi kapal di atasnya tanpa terbalik karena kapal begitu jauh dari air.

Danau Karakul kini menjadi rumah bagi Atap Dunia Regatta tahunan dengan nama tepat membawa penggemar seluruh dunia untuk festival unik setiap musim panas, termasuk bermain layang-layang, wakeboarding, dan rafting tiup. Area danau untuk kamp penjara bagi tahanan perang Jerman selama masa perang dunia kedua. Kemudian menjadi tempat penggembalaan domba dan kambing masyarakat nomaden Kirgistan selama musim panas. Namun belakangan ini, satu-satunya penghuni lokal tinggal di sisi timur danau di sebuah desa kecil sejumlah orang Kirgistan mengoperasikan homestay bagi para pengunjung.

Berjalan-jalan mengitari desa di bawah terang matahari pagi. Rumah-rumah putih dan pastel biru tampak menyerupai sesuatu dari pulau Yunani. Namun, seluruh tempat terasa seperti kota hantu, dengan sedikit penduduk keluar karena panasnya matahari selama musim panas dan suhu sangat dingin membekukan kota dan danau sepanjang tahun. Selain itu, meski tingginya tingkat salinitas Karakul, seluruh danau dan desa terganggu nyamuk sepanjang musim panas.

Berjalan melewati jalan terasing, terdapat pengingat kalau tempat itu pernah menjadi persimpangan Asia Tengah berpenduduk. Dahulu, tempat itu merupakan rute jalur sutera kuno dan salah satu tempat peristirahatan di tengah pegunungan terpencil. Sebuah tempat pemberhentian caravan antara Kashgar di China dan Bukhara juga Samarkand di Uzbekistan. Sebuah masjid tua bercat putih tetap berdiri kokoh. Dan rumah-rumah dari bata menawarkan tempat perlindungan dan memanfaatkan material bangunan lokal untuk bertahan. Itu merupakan tempat mengerikan bahkan terasa semakin nyata dengan bangunan-bangunan beratap rendah dan datar dikerdilkan langit terbuka dan ruang tanpa batas.

Rentangan pegunungan tidak berujung mengelilingi danau memastikan massa udara lembab tidak akan sampai dan dengan curah hujan kurang dari 30 mm per tahun. Tempat ini menjadi yang paling kering di Asia Tengah. Para penduduknya mungkin sedikit dan danau yang seperti berhantu itu sangat sulit dicapai. Namun, status terbarunya sebagai bagian dari Taman Nasional Tajik menjamin tempat itu akan masuk ke dalam daftar berkunjung para wisatawan pemberani beberapa tahun mendatang. (fay/bbc)

Berita Terkait


Baca Juga !.