Politik

Soal Permintaan PSI Kembali Membuka Dugaan Mahar Sandiaga Uno, Ini Kata Bawaslu

Redaktur: Ahmad Nugraha
Soal Permintaan PSI Kembali Membuka Dugaan Mahar Sandiaga Uno, Ini Kata Bawaslu - Politik

Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Mochammad Afifuddin memberikan keterangnya di Diskusi Komite Pemilih Indonesia (Tepi) bertajuk "Kontroversi Politisasi Anak Dalam Pemilu: Studi Kasus Jan Ethes" di Jakarta, Minggu (10/2/2019). Foto: Charlie Lopulua/INDOPOS.

INDOPOS.CO.ID - Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Mochammad Afifuddin menanggapi perihal permintaan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk kembali membuka dugaan mahar politik Sandiaga Uno. Ia mengatakan, kasus tersebut sudah ditutup penyidikannya

"Kan tutup kasusnya. Pelaporan itu ada masanya. Dan ini masanya sudah selesai. Kalau ada masalah yang berurusan dengan putusan etik kan dihubungkan dengan dewan kehormatan," ujarnya di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (10/2/2019).

Mengenai putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) pada 1 Februari 2019. Putusan itu hanya memberikan peringatan kepada Ketua dan Anggota Bawaslu dan tidak ada perintah untuk membuka kembali kasus tersebut.

"Hal etik belum tentu berhubungan atau tidak dengan materi dalam konteks pemeriksaanya. Itu tidak bisa membuat putusan itu langsung dibuka atau tidak," jelas Afifuddin.

Ia menuturkan, belum ada pelapor baru. Bila ada dengan bukti baru pihaknya akan menindaklanjuti. Syaratnya harus bisa memuhi syarat tindak pidana pemilu. "Kalau ada bukti baru ya kita lihat sajah. kalau masalah yang sudah lama kan tidak bisa lagi," ungkapnya.

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief mengatakan soal tudingan mahar politik membuat pernyataan di media sosial Twitter, Rabu (8/8/2018). Andi menuding Sandiaga Uno, yang kala itu menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta, memberikan uang masing-masing Rp 500 miliar kepada dua partai koalisi Partai Gerindra, yakni PAN dan PKS. (dan)

 

TAGS

Berita Terkait

Megapolitan / Ini Kronologis Penangkapan Terduga Politik Uang

Megapolitan / Setelah Ditertibkan, Ini Tempat APK Disimpan

Megapolitan / Di Kepulauan Seribu, 1.169 APK Dicopot


Baca Juga !.