Megapolitan

Anggaran Karangan Bunga Dituding Pemborosan

Redaktur: Syaripudin
Anggaran Karangan Bunga Dituding Pemborosan - Megapolitan

Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Anggaran karangan bunga Rp 810 juta dalam APBD Kota Bekasi 2019 menuai polemik. Sebab, anggaran tersebut dinilai pemborosan dan tidak efektif mengingat keuangan daerah yang tengah melorot dalan dua tahun terakhir.

Ketua Komisi 1 DPRD Kota Bekasi Chairuman Juwono Putro mempertanyakan manfaat anggaran pengadaan karangan bunga tersebut. Sebab, pengadaan anggaran karangan bunga tidak terlalu dibutuhkan dan lebih baik digunakan untuk kepentingan lainnya.

”Kalau nilainya sebesar itu ya harus dipertanyakan? Harus dibuka ke publik, apakah perlu karangan bunga sebanyak itu, apakah layak anggaran tersebut di keluarkan hanya untuk memberikan simbolisasi ucapan selamat kepada orang,” kata Chairuman, Minggu (10/2/2019).

Anggaran Rp 810 juta, kata dia juga, bisa digunakan untuk membeli sekitar 1.000 karangan bunga. Hal ini merupakan estimasi harga satu karangan bunga sekitar Rp 400 ribu-Rp 500 ribu. ”Karangan bunga sebanyak itu mau digunakan untuk apa? Mau ucapan kemana saja? Sayang yah kalau digunakan untuk sekedar ucapan,” katanya.

Menurut dia juga, karangan bunga itu hanya dibenarkan jika digunakan sebagai alat komunikasi kepala daerah berupa ucapan pada momentum eksklusif. Seperti ucapan ulang tahun atau ucapan selamat ke sejumlah instansi, dan lainnya.

”Tidak masalah kalau digunakan pada momen yang eksklusif. Seperti ucapan selamat antar institusi atau ulang tahun KONI, MUI dan lainnya. Tapi seperti acara nikahan pribadi, kaitan untuk kepentingan publiknya itu apa,” cetusnya.

Berdasarkan data yang diperoleh koran ini, situs Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) yakni http://lpse.bekasikota.go.id mencantumkan besaran anggaran pengadaan karangan bunga pada bagian umum Setda Kota Bekasi sebesar Rp 810 juta. Tender pelelangan pengadaan karangan bunga itu diikuti 23 perusahaan. 

Menanggapi itu, Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengaku tak bisa berkomentar. Sebab, dirinya belum mengetahui adanya pengadaan karangan bunga senilai Rp 810 juta tersebut. ”Saya sendiri belum lihat,” katanya.

Menurut Tri, anggaran Rp 810 juta akan dipakai sesuai dengan kebutuhan. Jika nanti dalam pengerjaan jika tidak dipakai atau masih ada sisa anggaran, maka bisa dikembalikan lagi ke dalam kas pemerintah daerah. ”Kalau memang tidak diserap kan bisa masuk lagi ke kas daerah," ujarnya.

Tri menjelaskan, pengadaan karangan bunga itu merupakan bagian dari perhatian Pemkot Bekasi kepada masyarakat. Bentuknya seperti ucapan duka cita warga yang meninggal, serta ucapan selamat bagi warga yang menikah. ”Ya relatif kepada warga lah, ya seperti orang meninggal atau yang lain,” tandasnya. (dny)

 

TAGS

Berita Terkait

Banten Raya / Perawatan Mobdin KPU Lebak Disoal

Daerah / Serapan APBD 2018 Belum Capai Target


Baca Juga !.