Nasional

Moeldoko Sebut Masyarakat Laten Bicara Hoaks tentang SARA di Medsos

Redaktur: Ahmad Nugraha
Moeldoko Sebut Masyarakat Laten Bicara Hoaks tentang SARA di Medsos - Nasional

Kepala Kepala Staff Presiden Jenderal TNI (Purn) Moeldoko. Foto : Jaa Rizka Pradana/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Kepala Kantor Staf Presiden Jenderal TNI (Purn) Moeldoko menyebut 88,4 persen masyarakat bicara hoaks. Data ini  ia dapat dari survei Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL).

Dalam data itu, kata Moeldoko, disebutkan bahwa publik laten melakukan berita bohong terkait Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan (SARA). 

Bekas Panglima TNI itu menyatakan bahwa hoaks menjadi tantangan yang terus menjamur di era media digital saat ini. Pemerintah sendiri diakuinya kesulitan untuk menetralisir kabar bohong, terutama yang menyebar di media sosial. 

"Iya memang tidak mudah menjadapi hoaks. Tetapi penegakan law enforcement, kita sering berkoordinasi dengan Kapolri kita harus tegas," ungkap Moeldoko saat membuka acara Rapat Koordinasi Bidang Kehumasan dan Hukum Seluruh Indonesia oleh Kemendagri di Hotel Bidakara Jakarta Selatan, Senin (11/2/2019). 

Ia beranggapan apabila wabah hoaks tidak ditangani secara tegas, maka itu dapat menjadi sumber perpecahan diantara masyarakat. 

"Apalagi kalau didorong oleh keinginan hoaks, maka harus law enforcement. Tidak peduli dia siapa. Kalau memang harus dipenjarakan, penjarakan. Tidak ada takut kita. Karena apa? Ini sumber perpecahan kalau tidak ditangani dengan tegas," ungkap pria berumur 61 tahun itu.

Adapun hingga saat ini, ia menyebut pemerintah menggalakan pembenahan literasi medsos. Yaitu dengan cara mengajak anak-anak muda memahami arti pentong tentang kesadaran berita bohong dan berita aktual yang bersumber dari media terpercaya. 

"Kita sering mengajak influencer baik anak-anak muda dari berbagai kalangan agar memeberi pemahaman atas regulasi dan tentang berita yang sesungguhnya benar atau tidak perlu diserap. Itu yang penting," tutupnya. (jaa)



Berita Terkait

Nasional / Pilihan Boleh Beda, Persaudaraan Harus Dijaga

Daerah / Gubernur Minta Punya Akun Medsos

Internasional / Palestina Ingin Beratih Mainkan Medsos dari Indonesia

Nasional / Jangan Usik SARA saat Kampanye

Nasional / Gelar Rakornas, HKTI Komitmen Sejahterakan Petani


Baca Juga !.