Megapolitan

Caleg Jadi Pelopor Aplikasi Pendidikan Online

Redaktur: Darul Fatah
Caleg Jadi Pelopor Aplikasi Pendidikan Online - Megapolitan

Teddy Yulianto

INDOPOS.CO.ID - Yayasan Teddy Yulianto meluncurkan aplikasi belajar online bernama Teddy Inda. Aplikasi ini selaras dengan program pemerintah yang sedang melakukan uji coba metode pembelajaran secara e-learning di beberapa perguruan tinggi di Indonesia.

Awal Januari 2019, Yayasan Teddy Yulianto meluncurkan Aplikasi Belajar Online Teddy Inda. "Aplikasi ini baru bisa di-download di Playstore, dan akan terus kami kembangkan agar dapat digunakan di berbagai macam program teknologi," kata Teddy Yulianto, ketua Yayasan Teddy Inda kepada wartawan, Minggu (10/2/2019).

Pria yang maju sebagai Caleg DPRD DKI Jakarta dari PPP Dapil 7 Jakarta Selatan itu menjelaskan bahwa dengan men-download Aplikasi Teddy Inda, maka masyarakat khususnya pelajar dapat mengakses atau mendapatkan informasi tentang materi pendidikan di mana saja dan kapan saja. "E-learning merupakan salah satu upaya untuk mengikuti perkembangan teknologi dan informasi terhadap dunia pendidikan," tutur Teddy.

Ia mengungkapkan, di Aplikasi Teddy Inda tidak hanya tersedia materi pendidikan formal. Materi keahlian (skill) juga ada, seperti otomotif, perakitan komputer, kuliner, dan lainnya. Khusus peserta Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Starisa School yang didirikan Yayasan Teddy Yulianto, kehadiran Aplikasi Teddy Inda sangat berguna sekali. "Mereka bisa belajar di mana saja, kapan saja, dan tetap di bawah pengawasan staf pengajar kami sampai mereka dinyatakan lulus," ungkap Teddy.

Untuk diketahui, PKBM Starisa School didirikan sejak tahun 2008. Teddy berharap, setelah lulus, peserta PKBM Starisa School dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi yang juga menerapkan metode e-learning.

Ia mendorong Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional (Mendiknas) menerapkan metode e-learning, termasuk juga di Jakarta. Ia berpendapat, metode belajar e-learning sangat cocok diterapkan di Universitas Terbuka (UT) yang sangat dimungkinkan diikuti oleh masyarakat yang memiliki kendala waktu atau ekonomi.

Ungkap Teddy, tidak hanya uji coba metode e-learning di tingkat perguruan tinggi, pemerintah juga sedang melakukan try out untuk Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (USBN) kesetaraan SMP dan kesetaraan SMA melalui handphone. Teddy berharap, model pembelajaran secara e-learning ini memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan sistem pendidikan yang bermutu.

Meski mempelopori belajar secara online, Yayasan Teddy Yulianto tidak serta merta menghilangkan kualitas pertemuan dengan peserta PKBM Starisa School. Dia menegaskan, interaksi antara siswa dengan guru harus tetap dijaga dan dilaksanakan. "Intensitas pertemuan antara guru dan siswa tetap harus dilakukan. Metode e-learning ini digunakan sebagai pendukung aktivitas belajar di luar sekolah," jelas Teddy.

Menurut dia, belajar mandiri sejak usia dini di era digital seperti sekarang memberi manfaat bagi masyarakat untuk mendapatkan ilmu pengetahuan tanpa batas. (rul)

Berita Terkait


Baca Juga !.