Nasional

Slamet Ma'arif Jadi Tersangka, Bawaslu Sebut Proses Sesuai UU

Redaktur: Jakfar Shodik
Slamet Ma'arif Jadi Tersangka, Bawaslu Sebut Proses Sesuai UU - Nasional

Slamet Ma'arif. Foto : Jaa Rizka Pradana/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Pelaporan Bawaslu Kota Solo, Jawa Tengah (Jateng) ke polisi atas dugaan Ketua Umum PA 212 Slamet Ma'arif melakukan pelanggaran pemilu dinilai sesuai aturan. Atas dasar itu, Slamet kini berstatus sebagai tersangka.

”Kami kira kerja berdasar Undang Undang (UU). Sekali lagi proses di Gakkumdu tidak hanya Bawaslu, ada Kepolisian dan Jaksa,” tutur Ketua Bawaslu Abhan di Bilangan Pancoran Jakarta, Senin (11/2/2019).

Ia menjelaskan, kewenangan proses dugaan pelanggaran Slamet berada di wilayah Surakarta, Jateng. Kata Abhan, penetapan tersangka Slamet telah melalui proses panjang. Proses pengumpulan bukti awal dari alat bukti hingga fakta hokum telah dilakukan. Lalu pembahasan di Sentra Gakkumdu juga telah dilakoni. ”Maka ketika Gakkumdu memandang ini cukup bukti, tindak lanjutnya menjadi kewenangan penyidik kepolisian,” cetusnya.

Selaku pelapor, Abhan menyebut, anak buahnya di Surakarta telah melampirkan bukti-bukti berupa video dan saksi yang bisa menguatkan status hukum mantan jubir Fron Pembela Islam (FPI) itu.

Pada 1 Februari 2018 Komisioner Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Surakarta Poppy Kusuma, mendatangi Polresta Surakarta membawa bukti-bukti dugaan pelanggaran pemilu dalam acara tablig akbar PA 212 Solo, Jateng.

Adapun poin-poin yang ia laporkan ialah berdasarkan hasil klarifikasi pelapor, yakni Ketua Tim Kampanye Daerah Jokowi-Ma'ruf Surakarta, Her Suprabu dan terlapor, yakni Slamet Ma'arif. Selain itu terdapat saksi-saksi yang diperiksa, termasuk saksi ahli. (jaa)

Berita Terkait


Baca Juga !.