Bola Dunia

Lawan PSG Jadi Penentu Naik Pangkat

Redaktur: Maximus thomas woda Wangge
Lawan PSG Jadi Penentu Naik Pangkat - Bola Dunia

Ole Gunnar Solskjaer. Foto : Franck Fife/AFP

INDOPOS.CO.ID - Rekam jejak Ole Gunnar Solskjaer di Liga Champions sebelum jadi caretaker Manchester United 19 Desember lalu masuk dalam kategori entah berentah. Bersama FK Molde pada musim 2012-2013 dan 2013-2014, Solskjaer hanya pernah merasakan atmosfer babak ketiga kualifikasi Liga Champions. 

Sama seperti karir bermainnya yang identik dengan keberuntungan, maka karir perdana Solskjaer di Liga Champions ini sangat spesial. Tak perlu berjuang di level grup. Namun langsung memimpin tim di fase knock out 16 besar.

Adanya Solskjaer di 16 besar Liga Champions musim ini menambah daftar barisan pelatih yang juga pernah sukses juara Liga Champions sebagai pemain. Jika Solskjaer juara bersana United musim 1998-1999, maka dua nama lain adalah pelatih Manchester City Pep Guardiola (Barcelona musim 1991-1992) dan pelatih Real Madrid Santiago Solari (Real musim 2001-2002).

Nah, saking istimewanya momen Liga Champions ini bagi Solskjaer ini United tak ingin ketinggalan. Setan Merah pun memberikan kado spesial dengan menghadirkan ofisial senior FK Olde atau klub lama Solskajer. Menurut Daily Mail sekitar 100 orang yang berisi ofisial FK Molde sampai pihak keluarga akan diterbangkan dari Norwegia ke Inggris. “Di Old Trafford mereka akan duduk di kursi VIP bersama bos United,” tulis Daily Mail.

Manchester Evening News kemarin menulis tiket buat ofisial senior Molde dan keluarga Solskjaer merupakan bagian diplomasi United. Juara Liga Champions tiga kali itu ingin membujuk petinggi FK Molde rela melepaskan Solskajer untuk mereka.

“Jika Solskajer menghadirkan kemenangan lawan PSG maka tanpa ragu pihak klub akan menaikkannya dengan status pelatih dan bukan lagi caretaker. Laga lawan PSG jadi penentu,” tulis Manchester Evening News.

Sementara itu, dalam pre match press conference Solskjaer berkata kalau PSG adalah salah satu klub dengan kualitas individu paling lengkap dan merata di semua lini permainan. “Mereka punya Buffon, Neymar, Mbappe, dan Thoago Silva. Tim ini jelas sangat berbeda dari yang pernah saya jumpai pada dekade 1990-an,” tutur Solskajer.  

Apakah kalau menang akan bertahan? “Pertanyaan ini terlalu simpel untuk ditanyakan. Masih ada beberapa bulan tersisa hingga musim ini berakhir,” tambah Solskajer. (koc)

Baca Juga


Berita Terkait

Bola Dunia / Biar ke Madrid, Pogba Mogok Latihan

Bola Dunia / Hazard Ingin Hadapi Chelsea di Liga Champions

Bola Dunia / Ole Gunnar Solskjaer Didesak Mundur Fans MU

Bola Dunia / Empat Kesalahan Barca Tak Boleh Diulang di Anfield

Bola Dunia / Barcelona Gasak Liverpool 3-0


Baca Juga !.