Headline

Bursa Wall Street Bervariasi Dipicu Harapan Perdagangan Pemerintah

Redaktur: Novita Amelilawaty
Bursa Wall Street Bervariasi Dipicu Harapan Perdagangan Pemerintah - Headline

ILUSTRASI - Indeks saham. Foto : NET

INDOPOS.CO.ID - Harga saham di bursa Wall Street bervariasi pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat atau Selasa pagi (12/2/2019) karena sentimen pasar beragam akibat peningkatan harapan terhadap perdagangan global dan kekhawatiran atas pembicaraan bipartisan untuk mencegah penutupan pemerintah AS lagi.

Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 53,22 poin atau 0,21 persen, menjadi berakhir di 25.053,11 poin. Indeks S&P 500 bertambah 1,92 poin atau 0,07 persen, menjadi ditutup di 2.709,80 poin.

Indeks Komposit Nasdaq naik 9,71 poin atau 0,13 persen, menjadi berakhir di 7.307,90 poin, dikutip dari Xinhua.

Saham produsen pesawat AS, Boeing, terus meningkat sepanjang hari, di tengah meningkatnya harapan pada perbaikan lingkungan perdagangan global secara keseluruhan.

Delapan dari 11 sektor utama S&P memperpanjang kenaikan setelah penutupan pasar, dengan sektor industri naik 0,55 persen setelah bel penutupan, memimpin para peraih keuntungan.

Namun, saham Apple turun hampir satu persen pada sekitar bel penutupan, setelah pengiriman iPhone merosot 19,9 persen selama kuartal keempat di China, menurut sebuah penelitian oleh perusahaan riset pasar AS, International Data Corporation, pada Senin (11/2/2019).

Lebih dari selusin saham-saham unggulan (blue chips) di Dow memperpanjang kerugian pada Senin (11/2/2019) menenggelamkan indeks Dow komposit ke dalam wilayah merah.

Di antara mereka, saham Walt Disney dan UnitedHealth Group, yang masing-masing merosot hampir 1,9 persen dan lebih dari 1,8 persen, memimpin penurunan.

Para investor mengamati dengan cermat pertemuan bipartisan pada Senin (11/2/2019) sore di antara anggota parlemen utama AS, untuk mencari petunjuk tentang arah pergerakan ekonomi AS.

Langkah ini dimaksudkan untuk menghindari penutupan sebagian pemerintah pada tenggat waktu yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump sebelumnya pada 15 Februari 2019.

Pertemuan itu dijadwalkan setelah pembicaraan tentang pendanaan keamanan perbatasan gagal antara Demokrat dan Republik pada Minggu (10/2/2019) karena perbedaan pada aturan pelaksanaan imigrasi. (ant)

Berita Terkait


Baca Juga !.