Nasional

Listrik Gratis Dinilai Gagah-gagahan

Redaktur: Riznal Faisal
Listrik Gratis Dinilai Gagah-gagahan - Nasional

BISA TURUN LAGI - Ignasius Jonan dan Arcandra Tahar saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/2/2019). Foto : Charlie Lopulua/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyiapkan 1,2 juta sambungan listrik gratis bagi masyarakat kurang mampu di 2019. Nah, program ini dinilai hanya gagah-gagahan pemerintah. Sama halnya dengan program listrik 35 ribu megawatt. 

"Seperti program listrik 35 ribu megawatt sesungguhnya yang berjalan hanyalah separuhnya. Kita ingin mengetahui apa yang menjadi alasannya. Pemerintah seharusnya merevisi program tersebut dan sampaikan ke publik secara jujur bahwa kemampuannya hanya sampai 18 atau 19 ribu megawatt saja," kata Ketua Komisi VII DPR RI Gus Irawan Pasaribu kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (11/2/2019).

Berbeda, kata politikus Partai Gerindra itu, program-program bantuan lampu tenaga surya hemat energi (LTSHE) yang dibagikan gratis bagi masyarakat di daerah terdepan, terluar dan tertinggal (3T) di Provinsi Papua didukung untuk dilanjutkan tahun ini.

Diamini anggota Komisi VII DPR RI, Tonny Wardoyo. Dia menegaskan, Kementerian ESDM dan Komisi VII sudah sepakat melanjutkan program tersebut. "Program LTSHE tenaga surya yang dikembangkan Kementerian ESDM untuk daerah di Pegunungan Tengah tahun 2019 tetap berlanjut," ucapnya, kemarin.

Dia menyebut, untuk Maret 2019 Kementerian ESDM bersama Komisi VII DPR berencana akan meresmikan program LTSHE untuk warga di Kabupaten Puncak.

Tonny mengaku, kehadiran listrik tenaga surya untuk masyarakat di daerah pegunungan tengah menjadi kebutuhan vital rumah tangga warga. Sejak program LTSHE dilaksanakan di berbagai kabupaten wilayah Pegunungan Tengah saat ini masyarakat sudah dapat menikmati listrik di rumah-rumah.

"Warga Papua yang bermukim di wilayah pegunungan saat ini sudah dapat menikmati penerangan di malam hari berkat program strategis Kementerian ESDM sebagai pengejawantahan program nawacita nasional," sebutnya.

Menteri ESDM Ignasius Jonan menyebutkan, pemberian sambungan gratis bagi wilayah tertentu merupakan arahan Presiden Joko Widodo untuk melakukan pemerataan energi. "Mikirnya bukan untung rugi, tapi pemerataan pembangunan yang lebih baik," tegas Jonan.

Pemberian sambungan listrik diharapkan Jonan dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan rasio elektrifikasi nasional yang ditargetkan sebesar 99,9 persen di tahun 2019. "Saya optimis bisa tercapai," pungkasnya. (aen)

 

Berita Terkait

Nasional / Bola Panas Bernama BBM

Nasional / Listrik Gratis Dinilai Gagah-gagahan

Nasional / Listrik Gratis Dinilai Gagah-gagahan

Daerah / Pemerintah Siap Adu Rancangan UU Migas ke DPR

Nasional / 36 KKKS Terapkan Skema Gross Split

Headline / KPK Periksa Idrus Marham


Baca Juga !.