Nasional

Slamet Ma’arif Jadi Tersangka

Redaktur: Riznal Faisal
Slamet Ma’arif Jadi Tersangka - Nasional

PROSES - Slamet Ma’arif ditetapkan tersangka atas dugaan pelanggaran pemilu saat melakukan orasi di Solo, 13 Januari 2019 lalu. Foto : Jaa Rizka Pradana/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Dugaan pelanggaran Pemilu menjerat Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 Slamet Ma'arif. Pria berkumis tipis itu ditetapkan sebagai tersangka terkait orasinya dalam acara Tabligh Akbar PA 212 di Solo, Jawa Tengah yang digelar pada 13 Januari 2019.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, penetapan sebagai tersangka kasus dugaan pelanggaran kampanye di luar jadwal. Ditegaskan pula, bahwa proses hukum sudah melalui prosedur yang berlaku.

”Semua berproses hukum. Kami menjunjung persamaan kedudukan di mata hukum. Kami juga mengedepankan asas praduga tidak bersalah,” kata Dedi saat dikonfirmasi di Mabes Polri, Jakarta, Senin (11/2/2019).

Polri tidak bekerja sendiri dalam mengusut kasus ini, melainkan bekerja sama dengan Bawaslu.

Laporan tersebut disampaikan oleh Bawaslu Kota Solo ke kepolisian. Berdasarkan laporan itu,  Slamet Ma'arif ditetapkan tersangka dengan berbagai macam bukti dan telah melalui prosedur pembahasan Sentra Gakkumdu.

"Kami kira kami kerja atas dasar undang-undang. Sekali lagi bahwa proses di Gakkumdu tak hanya Bawaslu saja, ada kepolisian dan kejaksaan," tegas Ketua Bawaslu RI Abhan di Bilangan Pancoran, Jakarta, kemarin.

Dia menjelaskan, dugaan pelanggaran yang dilakukan Slamet dilakukan di wilayah Surakarta, Jawa Tengah. Kata Abhan, penetapan tersangka Slamet telah melalui proses yang panjang. Abhan menyebutkan, mulai proses pengumpulan bukti awal dari alat bukti hingga fakta hukumnya telah dilakukan.

”Maka ketika Gakkumdu memandang ini cukup bukti, tindak lanjutnya menjadi kewenangan penyidik kepolisian,” cetusnya.

Sebagai pelapor, Abhan menyebut, anak buahnya di Surakarta telah melampirkan bukti-bukti berupa video serta saksi yang bisa menguatkan status hukum mantan jubir Front Pembela Islam (FPI) itu. Pada 1 Februari 2018 lalu, Komisioner Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Surakarta Poppy Kusuma, mendatangi Polresta Surakarta membawa bukti-bukti dugaan pelanggaran pemilu dalam acara Tablig Akbar PA 212 Solo.

”Ada poin-poin yang dilaporkan berdasarkan hasil klarifikasi pelapor, yakni Ketua Tim Kampanye Daerah Jokowi-Ma'ruf Surakarta, Her Suprabu dan terlapor, yakni Slamet Ma'arif. Selain itu terdapat saksi-saksi yang diperiksa, termasuk saksi ahli,” ungkapnya. (ant/jaa)

 

Berita Terkait

Nasional / Sekda Papua Minta Maaf, Ini Respons KPK

Nasional / Waktu Penahanan Tersangka Ditambah

Nasional / Cegah Pengaturan Skor Bola


Baca Juga !.