Megapolitan

Peredaran 5 ribu Pil Ekstasi Dikendalikan Napi

Redaktur: Syaripudin
Peredaran 5 ribu Pil Ekstasi Dikendalikan Napi - Megapolitan

BARANG MEMABUKKAN - FTH, 46, kurir pembawa 5.000 butir ekstasi. Foto : Tumpak M Tampubolon/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Satnarkoba Polrestro Tangerang menangkap salah satu anggota jaringan pengedar narkoba internasional. Dari tangan pelaku disita ribuan pil ekstasi siap edar ke sejumlah wilayah. Kuat dugaan pengendali peredaran pil tersebut dilakukan jaringan Lapas Kelas 1 Tangerang.

Kapolrestro Tangerang, Kombespol Abdul Karim mengaku kurir berinisial FTH, 46, itu ditangkap jajarannya di depan kantor Kecamatan Batu Ceper, Jalan Daan Mogot, Kota Tangerang, Jumat malam (8/2/2019). Penangkapan itu bermula setelah jajarannya menerima laporan warga adanya peredaran pil ekstasi.

”Selama seminggu pelaku kami intip, dan berhasil kami tangkap. Pelaku kami tangkap saat mau bertransaksi dengan pembeli,” terangnya saat menunjukkan tersangka dan barang bukti narkoba di Mapolrestro Tangerang, Senin (11/2/2019). Dilanjutkan Karim, dari tangan warga Kecamatan Neglasari ini disita barang bukti narkotika golongan satu.

Yakni 5 ribu butir pil ekstasi yang dibungkus dalam tiga plastik putih tersimpan dalam tas. Setiap butir ekstasi tersebut dibanderol pelaku sebesar Rp 200 ribu. ”Ekstasi ini baru turun dan langsung diedarkan pelaku. Harganya cukup tinggi, dan peminatnya banyak,” paparnya.

Dari hasil penyelidikan, sambung Karim, FTH mendapatkan ribuan pil ekstasi dari seorang warga binaan Lapas Kelas 1 Tangerang berinisial AS. FTH dijanjikan upah Rp 50 ribu/butir jika berhasil menjual pil ekstasi tersebut. FTH pun mengakui jika ekstasi ini didapatkan AS dari seseorang dari luar negeri.

”Kemungkinan besar mereka ini jaringan narkotika internasional. Yang mengendalikannya warga binaan di lapas. Wilayah peredarannya ada di Jakarta dan Tangerang Raya, dan ini masih kami dalami lagi,” ungkapnya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya FTH dijerat Pasal 114 Ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Penyalahgunaan Narkotika. Pria pengangguran ini terancam hukuman seumur hidup atau mati. Polisi akan segera menjemput AS warga binaan Lapas Kelas 1 Tangerang yang mengendalikan peredaran pil ekstasi tersebut.   

Di tempat yang sama, FTH mengaku mendapatkan ribuan pil ekstasi dari AS yang tengah mendekam di Lapas Klas 1 Tangerang. Perkenalannya dengan AS, kata dia juga, dari seorang rekannya yang ditahan di lapas tersebut. Ditegaskannya juga orderan penjualan pil berbahaya ini baru kali pertama diterima.

”Saya tergiur upah yang ditawarkan AS. Saya ambil ekstasi ini dari orang di wilayah Jakarta. Mau bagaimana lagi saya sudah lama menganggur. Baru satu minggu saya jual dan belum dapat upah,” tuturnya tertunduk malu. (cok)

 

TAGS

Berita Terkait


Baca Juga !.